Indonesia's First Blood Plasma Fractionation Plant to Start Operations in 2026
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedJan 19
Sources1 verified

Pabrik Fraksionasi Plasma Darah Pertama di Indonesia Siap Beroperasi 2026

Tim Editorial AnalisaHub·19 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Indonesia akan meluncurkan pabrik fraksionasi plasma darah pertama pada 2026, yang dikembangkan oleh PT SK Plasma Core Indonesia, sebuah joint venture antara SK Plasma (Korea) dan Indonesia Investment Authority (INA). Fasilitas ini akan mengurangi ketergantungan impor 100% Indonesia untuk produk obat derivat plasma (PODP) dengan mengolah 600.000 liter plasma per tahun. Proyek strategis ini akan meningkatkan keamanan kesehatan nasional, menciptakan lapangan kerja, dan berpotensi memungkinkan ekspor di masa depan.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Pabrik Fraksionasi Plasma Darah Pertama Indonesia Tingkatkan Kemandirian Kesehatan

Investasi Strategis untuk Keamanan Kesehatan Nasional

Indonesia berada di ambang terobosan kesehatan penting dengan peluncuran pabrik fraksionasi plasma darah pertama pada 2026. Dikembangkan oleh PT SK Plasma Core Indonesia, sebuah joint venture strategis antara SK Plasma (Korea) dan Indonesia Investment Authority (INA), fasilitas ini merupakan langkah besar menuju kemandirian nasional dalam produk obat derivat plasma (PODP).

Mengatasi Tantangan Saat Ini

Saat ini, Indonesia menghadapi situasi kritis di mana lebih dari 200.000 liter plasma terbuang setiap tahun karena kurangnya kemampuan fraksionasi domestik. Hal ini menyebabkan negara 100% tergantung pada impor untuk produk plasma kritis seperti imunoglobulin, albumin, dan faktor VIII. Fasilitas baru yang berlokasi di Karawang International Industrial City (KIIC) seluas 5 hektar ini akan memiliki kapasitas untuk mengolah 600.000 liter plasma per tahun, efektif mengatasi kekurangan ini.

Dampak Teknologi dan Ekonomi

Pabrik ini mengadopsi sistem operasional dan teknologi dari fasilitas SK Plasma yang ada di Andong, Korea, yang telah memasok produk derivat plasma ke 17-20 negara sejak 2018. Transfer teknologi ini mencakup tidak hanya peralatan tetapi juga transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas pekerja Indonesia. Proyek ini telah menciptakan lapangan kerja selama fase konstruksi dan akan terus melakukannya selama operasional.

Portofolio Produk dan Dampak Kesehatan

Fasilitas ini akan memproduksi produk derivat plasma penting termasuk:

  1. Imunoglobulin untuk mengobati imunodefisiensi primer dan penyakit autoimun
  2. Albumin untuk mengelola kondisi seperti hipoalbuminemia dan syok hemoragik
  3. Faktor VIII untuk pengobatan hemofilia A

Produk-produk ini sangat krusial selama krisis kesehatan, seperti yang terlihat selama pandemi COVID-19 ketika rantai pasokan global terganggu parah.

Prospek Masa Depan

Implementasi proyek ini diharapkan dapat:

  1. Meningkatkan keamanan kesehatan nasional dengan mengurangi ketergantungan impor
  2. Menciptakan kesempatan kerja baik dalam konstruksi maupun operasional
  3. Menempatkan Indonesia di antara negara-negara terbatas dengan kemampuan fraksionasi plasma
  4. Memungkinkan potensi ekspor produk derivat plasma di masa depan

Ketika Indonesia bergerak menuju kemandirian kesehatan, proyek ini menandai tonggak penting dalam strategi pengembangan kesehatan negara.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
2 hours ago
Read Time
14 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Healthcare InvestmentPlasma FractionationMedical Technology

Key Events

1

Plasma Fractionation Plant Launch

2

Healthcare Investment Project

3

Medical Manufacturing Facility

Timeline from 1 verified sources