Indonesia's First Plasma Fractionation Facility to Boost Healthcare Sovereignty by 2026
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 23
Sources1 verified

Fasilitas Fraksionasi Plasma Pertama Indonesia Tingkatkan Kedaulatan Kesehatan 2026

Tim Editorial AnalisaHub·23 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Fasilitas fraksionasi plasma pertama Indonesia, hasil kerja sama antara SK Plasma dan Indonesia Investment Authority (INA), akan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026. Fasilitas ini akan memproduksi Produk Obat Derivat Plasma (PODP) seperti imunoglobulin dan albumin, mengatasi ketergantungan impor saat ini. Proyek ini merupakan kemajuan signifikan dalam infrastruktur kesehatan Indonesia, dengan alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja lokal sebagai komponen utama.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Sektor Kesehatan Indonesia Mendapatkan Kemandirian dengan Fasilitas Fraksionasi Plasma Baru

Kolaborasi Strategis dan Alih Teknologi

Kolaborasi inovatif antara SK Plasma, anak perusahaan SK Group, dan Indonesia Investment Authority (INA) akan merevolusi lanskap kesehatan Indonesia. Usaha gabungan mereka, PT SKPlasma Core Indonesia, sedang membangun fasilitas fraksionasi plasma pertama di Indonesia di Karawang, Jawa Barat. Fasilitas mutakhir ini diharapkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026 dan akan meningkatkan kedaulatan kesehatan Indonesia secara signifikan.

Mengatasi Tantangan Kesehatan Saat Ini

Saat ini, Indonesia membuang sekitar 200.000 liter plasma setiap tahun karena kurangnya kemampuan fraksionasi. Hal ini mengakibatkan ketergantungan besar pada Produk Obat Derivat Plasma (PODP) impor, meningkatkan biaya kesehatan dan menimbulkan risiko selama krisis kesehatan. Fasilitas baru ini akan mengatasi kesenjangan tersebut dengan memproduksi terapi penting seperti imunoglobulin, albumin, dan faktor koagulasi.

Fitur Utama Fasilitas

  1. Operasi bersertifikasi GMP: Fasilitas ini akan mengimplementasikan Good Manufacturing Practices (GMP) sesuai standar Korea, memastikan kepatuhan kualitas internasional.
  2. Teknologi canggih: Menggabungkan sistem otomasi dan digital yang umum digunakan dalam manufaktur biofarmasi global.
  3. Rantai dingin dan ketertelusuran: Fitur yang mendukung standar GMP internasional untuk produk turunan plasma.
  4. Pembangunan kapasitas: Program pelatihan untuk pekerja Indonesia, dengan 16 pekerja sudah mendapatkan pelatihan di Korea.

Dampak Ekonomi dan Kesehatan

Fasilitas ini diharapkan menciptakan ribuan lapangan kerja bagi orang Indonesia dan merangsang pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan memproduksi PODP secara domestik, Indonesia akan mengurangi ketergantungan pada pemasok internasional, berpotensi menurunkan biaya kesehatan dan meningkatkan hasil pasien. Proyek ini juga merupakan langkah signifikan dalam pengembangan infrastruktur kesehatan Indonesia, sejalan dengan tujuan keamanan kesehatan nasional.

Timeline Implementasi

  • 2025: Pembangunan sedang berlangsung (98% selesai) dan inisiasi alih teknologi.

  • 2026: Operasi komersial diharapkan mulai.

  • 2027: Produksi PODP skala penuh.

Investasi strategis dalam infrastruktur kesehatan ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk meningkatkan sistem kesehatannya dan mencapai kemandirian yang lebih besar dalam penyediaan obat-obatan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
3 weeks ago
Read Time
13 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Healthcare InfrastructurePlasma FractionationTechnology TransferHealthcare Sovereignty

Key Events

1

Plasma Fractionation Facility Launch

2

Healthcare Infrastructure Investment

3

Technology Transfer Initiation

Timeline from 1 verified sources