Indonesia's First Plasma Fractionation Facility to Start Operations by Late 2026
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 22
Sources1 verified

Fasilitas Fraksionasi Plasma Pertama Indonesia Akan Beroperasi Akhir 2026

Tim Editorial AnalisaHub·22 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

SKPlasma Core Indonesia, usaha patungan antara SK Plasma dan Indonesia Investment Authority (INA), sedang membangun fasilitas fraksionasi plasma terbesar di Asia Tenggara di Karawang, Jawa Barat. Fasilitas ini ditargetkan beroperasi pada akhir 2026 dengan kapasitas pengolahan 600.000 liter plasma per tahun. Proyek ini bertujuan menjadikan Indonesia mandiri dalam memproduksi Produk Obat Derivat Plasma (PODP) seperti imunoglobulin, albumin, dan Faktor VIII yang saat ini diimpor dengan biaya tinggi.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indonesia Luncurkan Fasilitas Fraksionasi Plasma Pertama Akhir 2026

Investasi Strategis untuk Kemandirian Kesehatan

SKPlasma Core Indonesia, usaha patungan antara SK Plasma dari Korea Selatan dan Indonesia Investment Authority (INA), sedang membangun fasilitas fraksionasi plasma terbesar di Asia Tenggara di Karawang, Jawa Barat. Fasilitas ini hampir rampung dengan progres konstruksi lebih dari 98% per Desember 2025 dan ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2026.

Mengatasi Tantangan Kesehatan Saat Ini

Saat ini, Indonesia membuang sekitar 200.000 liter plasma setiap tahun karena kurangnya fasilitas pengolahan dalam negeri, sementara produk derivat plasma diimpor dengan biaya tinggi. Fasilitas baru ini akan memiliki kapasitas pengolahan 600.000 liter plasma per tahun, mengadopsi teknologi dari fasilitas SK Plasma di Andong, Korea Selatan yang telah beroperasi sejak 2018.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Proyek ini merupakan langkah signifikan memperkuat sistem kesehatan Indonesia melalui produksi lokal terapi kritis. Fasilitas ini akan memproduksi Produk Obat Derivat Plasma (PODP) penting termasuk imunoglobulin untuk defisiensi imun, albumin untuk hypoalbuminemia, dan Faktor VIII untuk pasien hemofilia A. Produksi ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri tapi berpotensi menjadikan Indonesia sebagai eksportir regional terapi penyelamat jiwa ini.

Teknologi dan Kepatuhan Regulasi

Fasilitas ini dibangun sesuai standar Good Manufacturing Practice (GMP) yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Proyek ini mencakup transfer teknologi komprehensif dan pengembangan tenaga kerja biomedis terampil. SK Plasma telah memasok obat derivat plasma ke 20 negara dunia, memastikan produk akan memenuhi standar kualitas internasional.

Kemitraan dan Implementasi

Usaha patungan antara SK Plasma dan INA menunjukkan model kemitraan publik-swasta yang sukses. Kolaborasi ini termasuk kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk pengumpulan plasma. Proyek ini diharapkan menciptakan ribuan lapangan kerja baru dan mendorong pembangunan ekonomi lokal sambil meningkatkan keamanan kesehatan nasional.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
3 weeks ago
Read Time
12 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Healthcare InvestmentPlasma FractionationPharmaceutical Manufacturing

Key Events

1

Plasma Fractionation Facility Launch

2

Healthcare Infrastructure Development

Timeline from 1 verified sources