Indonesia's Fiscal Pressure Mounts as Debt Interest Burden Grows
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedDec 28
Sources1 verified

Tekanan Fiskal Indonesia Meningkat seiring Meningkatnya Beban Bunga Utang

Tim Editorial AnalisaHub·28 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Situasi fiskal Indonesia berada di bawah tekanan karena beban bunga utang terus meningkat, didorong oleh kenaikan suku bunga global dan akumulasi utang dari periode pandemi. Biaya refinancing utang pemerintah menjadi jauh lebih mahal karena kenaikan suku bunga global, terutama berdampak pada Surat Berharga Negara (SBN). Situasi ini diperparah oleh akumulasi besar utang selama pandemi ketika defisit APBN melebar melampaui 6% dari PDB.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indonesia Menghadapi Tekanan Fiskal Meningkat di Tengah Beban Bunga Utang yang Meningkat

Faktor Struktural yang Mendorong Tantangan Fiskal

Peningkatan beban bunga utang Indonesia bukanlah perkembangan mendadak, melainkan hasil dari faktor struktural yang kini menekan ruang fiskal pemerintah. M. Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, mengidentifikasi dua faktor utama yang berkontribusi pada situasi ini. Pertama, kenaikan suku bunga global pasca-pengetatan moneter di negara maju telah membuat biaya refinancing utang pemerintah menjadi lebih mahal, terutama untuk Surat Berharga Negara (SBN). Rizal menyatakan bahwa "biaya refinancing meningkat signifikan karena suku bunga global naik, sementara sebagian besar pembiayaan kita berbasis pasar."

Akumulasi Utang selama Pandemi

Faktor kedua adalah akumulasi utang yang signifikan selama periode pandemi. Pada saat itu, defisit APBN Indonesia melebar hingga di atas 6% dari PDB, sehingga pemerintah harus memperoleh pembiayaan utang dalam jumlah besar. Sekarang, ketika sebagian utang ini mulai jatuh tempo, utang tersebut harus dibiayai ulang dengan suku bunga yang lebih tinggi, yang semakin memberatkan keuangan pemerintah.

Implikasi bagi Kebijakan Fiskal

Kombinasi faktor-faktor ini memberikan tekanan besar pada kebijakan fiskal Indonesia. Meningkatnya biaya pembayaran utang mengurangi ruang fiskal pemerintah, yang berpotensi membatasi kemampuan pemerintah untuk mendanai proyek pembangunan dan memberikan dukungan sosial. Situasi ini menyoroti perlunya manajemen fiskal yang hati-hati untuk menyeimbangkan kebutuhan stimulus ekonomi dengan kebutuhan untuk menjaga keberlanjutan fiskal.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
2 weeks ago
Read Time
9 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Fiscal PolicyGovernment DebtMonetary Policy Impact

Key Events

1

Rising Debt Interest Burden

2

Increased Refinancing Costs

3

Pandemic Debt Accumulation

Timeline from 1 verified sources