Key insights and market outlook
Cadangan devisa Indonesia diprediksi meningkat menjadi $150-155 miliar pada awal 2026, didukung oleh defisit transaksi berjalan yang terkendali dan potensi aliran modal asing seiring siklus penurunan suku bunga The Fed. Rupiah diproyeksikan mengakhiri 2026 pada kisaran Rp16.200-Rp16.400 per dolar AS. Perkiraan ini berdasarkan analisis makroekonomi oleh Permata Bank Institute for Economic Research (PIER).
Cadangan devisa Indonesia diproyeksikan akan meningkat signifikan pada awal 2026, mencapai kisaran $150 miliar hingga $155 miliar. Perkiraan optimis ini didukung oleh dua faktor utama: defisit transaksi berjalan yang terkendali dan potensi aliran modal asing. Permata Bank Institute for Economic Research (PIER) telah melakukan analisis makroekonomi ini, menyoroti prospek positif bagi cadangan devisa Indonesia.
Faisal Rachman, Kepala Riset Makroekonomi di PIER, menyatakan bahwa peningkatan cadangan devisa didukung oleh faktor-faktor makroekonomi ini. Defisit transaksi berjalan yang terkendali dan potensi peningkatan investasi asing dipandang sebagai penggerak utama pertumbuhan ini.
Peningkatan cadangan devisa yang diantisipasi akan meningkatkan stabilitas ekonomi Indonesia dan memberikan buffer terhadap guncangan eksternal. Hal ini juga mencerminkan kemampuan positif negara dalam mengelola keuangan eksternal secara efektif.
Foreign Reserves Increase Forecast
Rupiah Exchange Rate Projection