Key insights and market outlook
BPH Migas memastikan bahwa stok BBM Indonesia aman hingga akhir 2025, dengan konsumsi Pertalite mencapai 90,43% dari kuota yang dialokasikan. Badan ini melaporkan tingkat konversi minyak tanah ke LPG sebesar 97,06% dan 98,14% untuk biosolar. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menjamin bahwa PT Pertamina (Persero) memiliki stok yang cukup untuk perayaan akhir tahun.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia akan tetap aman hingga akhir 2025. Menurut Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, realisasi konsumsi bahan bakar Pertalite diproyeksikan mencapai 90,43% dari kuota yang dialokasikan sebesar 31,13 juta kiloliter pada akhir Desember 2025. Ini berarti masih tersisa 9,57% stok yang tersedia untuk sisa tahun ini.
Konversi minyak tanah ke LPG telah mencapai 97,06% dari target prognosa hingga akhir Desember 2025. Untuk biosolar, realisasinya telah mencapai 98,14% dari jumlah yang diproyeksikan, dengan sisa 1,86% dari alokasi 18,69 juta kiloliter. Angka-angka ini didasarkan pada data realisasi terbaru per 20 November 2025.
Wahyudi Anas menekankan bahwa stok BBM nasional aman hingga akhir 2025 dan secara khusus menyoroti bahwa PT Pertamina (Persero) telah siap menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang. Fleksibilitas dalam jaringan distribusi Pertamina akan membantu menjaga stabilitas pasokan bahan bakar, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi fokus selama liburan akhir tahun.
Jaminan stok bahan bakar hingga akhir tahun memberikan stabilitas bagi keamanan energi Indonesia. Dengan jenis bahan bakar utama seperti Pertalite dan biosolar yang menunjukkan tingkat realisasi konsumsi yang kuat, negara ini berada pada posisi yang baik untuk memenuhi kebutuhan energinya selama periode konsumsi tinggi di sekitar perayaan akhir tahun.
Fuel Stock Confirmation
Energy Security Assurance