Key insights and market outlook
Lanskap energi Indonesia mengalami perkembangan signifikan dengan Shell, VIVO, dan BP menerima pengiriman bahan bakar dari Pertamina. Kesepakatan ini melibatkan masing-masing 100.000 barel untuk VIVO dan Shell, dengan pengiriman dimulai pada 24-25 November 2025. Kebutuhan bahan bakar Pertalite tahunan Indonesia mencapai 39 juta kiloliter, dengan 60% saat ini diimpor. Pemerintah berencana mengurangi ketergantungan pada impor melalui peningkatan produksi dalam negeri dan proyek seperti Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Dalam perkembangan signifikan bagi sektor energi Indonesia, retailer bahan bakar besar Shell, VIVO, dan BP telah mengamankan pasokan bahan bakar substansial dari Pertamina milik negara melalui kesepakatan business-to-business (B2B) 1
Kesepakatan terbaru ini menyoroti tantangan berkelanjutan Indonesia dalam memenuhi permintaan bahan bakar domestik. Negara ini membutuhkan 39 juta kiloliter bahan bakar Pertalite per tahun, dengan sekitar 60% saat ini diimpor 2
Untuk mengatasi ketergantungan ini, pemerintah melaksanakan beberapa langkah strategis:
Perkembangan ini diperkirakan akan berdampak ganda pada pasar energi Indonesia:
Fuel Supply Agreement between Pertamina and Shell
VIVO Receives 100,000 Barrels from Pertamina
Government Announces Plans to Reduce Fuel Imports