Indonesia's Fuel Supply Deal: Shell, VIVO, and BP Receive Pertamina Shipments
Back
Back
5
Impact
3
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 5
Sources4 verified

Kesepakatan Pasokan BBM Indonesia: Shell, VIVO, dan BP Terima Kiriman Pertamina

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Lanskap energi Indonesia mengalami perkembangan signifikan dengan Shell, VIVO, dan BP menerima pengiriman bahan bakar dari Pertamina. Kesepakatan ini melibatkan masing-masing 100.000 barel untuk VIVO dan Shell, dengan pengiriman dimulai pada 24-25 November 2025. Kebutuhan bahan bakar Pertalite tahunan Indonesia mencapai 39 juta kiloliter, dengan 60% saat ini diimpor. Pemerintah berencana mengurangi ketergantungan pada impor melalui peningkatan produksi dalam negeri dan proyek seperti Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Indonesia Amankan Kesepakatan Pasokan BBM untuk Retailer Besar

Perjanjian Strategis dengan Pertamina

Dalam perkembangan signifikan bagi sektor energi Indonesia, retailer bahan bakar besar Shell, VIVO, dan BP telah mengamankan pasokan bahan bakar substansial dari Pertamina milik negara melalui kesepakatan business-to-business (B2B) 1

34.

Detail Kesepakatan Utama

  • Shell telah mencapai tahap akhir kesepakatan dengan Pertamina untuk pasokan base fuel 1
  • Baik Shell maupun VIVO masing-masing menerima 100.000 barel bahan bakar dari Pertamina 34
  • Pengiriman untuk Shell dan VIVO dimulai pada 24-25 November 2025 3
  • Kesepakatan ini menunjukkan kolaborasi B2B yang sukses di sektor energi Indonesia

Lanskap Permintaan BBM Indonesia

Kesepakatan terbaru ini menyoroti tantangan berkelanjutan Indonesia dalam memenuhi permintaan bahan bakar domestik. Negara ini membutuhkan 39 juta kiloliter bahan bakar Pertalite per tahun, dengan sekitar 60% saat ini diimpor 2

.

Strategi Pemerintah

Untuk mengatasi ketergantungan ini, pemerintah melaksanakan beberapa langkah strategis:

  1. Meningkatkan produksi domestik melalui optimalisasi infrastruktur yang ada
  2. Mengembangkan kapasitas pengilangan baru, khususnya melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan
  3. Meningkatkan efisiensi rantai pasokan melalui kolaborasi B2B antara BUMN dan retailer swasta

Dampak Pasar

Perkembangan ini diperkirakan akan berdampak ganda pada pasar energi Indonesia:

  • Mengurangi tekanan pada Pertamina untuk memenuhi permintaan retail secara langsung
  • Meningkatkan ketersediaan bahan bakar untuk retailer besar seperti Shell, VIVO, dan BP
  • Potensi pengurangan ketergantungan impor seiring pertumbuhan kapasitas pengilangan domestik
  • Peningkatan keamanan energi melalui pengaturan pasokan yang beragam

Sumber

  1. [Detik Finance - Shell Buka Suara soal Deal BBM dengan Pertamina](
  2. [Detik Finance - RI Butuh 39 Juta Kiloliter Pertalite Tiap Tahun](
  3. [Detik Finance - Deal 100 Ribu Barel, BBM dari Pertamina Dikirim ke SPBU Shell Hari Ini](
  4. [Detik Finance - SPBU VIVO-BP Mulai Terisi BBM, Shell Kapan?](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
13 min
Sources
4 verified

Topics Covered

Energy SecurityFuel Supply ChainB2B AgreementsEnergy Policy

Key Events

1

Fuel Supply Agreement between Pertamina and Shell

2

VIVO Receives 100,000 Barrels from Pertamina

3

Government Announces Plans to Reduce Fuel Imports

Timeline from 4 verified sources