Indonesia's Geothermal Development Faces Infrastructure Challenges
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 19
Sources1 verified

Pengembangan Panas Bumi RI Terkendala Infrastruktur

Tim Editorial AnalisaHub·19 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pengembangan panas bumi Indonesia menghadapi tantangan infrastruktur signifikan meskipun memiliki kapasitas potensial 23,74 GW, menjadikan RI sebagai negara kedua terbesar cadangan panas bumi setelah Amerika Serikat. Ahli Fahmy Radhi dari UGM menekankan pentingnya infrastruktur antarpulau dan dukungan regulasi untuk menarik investor dan mencapai target pemerintah menambahkan kapasitas 5.2 GW pada 2029.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Potensi Panas Bumi RI Terhambat Kendala Infrastruktur

Kapasitas Besar Belum Dimanfaatkan

Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 23,74 gigawatt (GW), menempatkannya sebagai negara kedua terbesar cadangan panas bumi dunia setelah Amerika Serikat. Meskipun memiliki keunggulan alam signifikan karena lokasinya di Cincin Api Pasifik, pengembangan energi panas bumi masih terkendala keterbatasan infrastruktur.

Analisis dan Rekomendasi Ahli

Fahmy Radhi, ahli energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menekankan bahwa potensi panas bumi Indonesia bisa menjadi tulang punggung strategi energi terbarukan. Namun, kurangnya infrastruktur memadai untuk mengakses sumber daya ini tetap menjadi hambatan utama. Radhi menyoroti pentingnya infrastruktur interkoneksi antarpulau untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan, sehingga membuat proyek panas bumi lebih menarik bagi investor.

Rencana dan Proyeksi Pemerintah

Pemerintah Indonesia telah menguraikan rencana ambisius dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, dengan target penambahan kapasitas energi terbarukan sebesar 42,5 GW, dimana panas bumi akan berkontribusi 5,2 GW. Rencana ini memproyeksikan bahwa 70% kapasitas baru akan berasal dari sumber terbarukan, bertujuan mencapai bauran energi yang lebih berkelanjutan. Pada 2029, pemerintah menargetkan kapasitas terpasang panas bumi mencapai 1,1 GW.

Tantangan Saat Ini dan Konteks Global

Meski memiliki rencana besar, realisasi target energi terbarukan termasuk panas bumi masih menghadapi tantangan. Hingga 2024, bauran energi terbarukan Indonesia baru mencapai 14,68%, di bawah target 19,5%. Secara global, energi panas bumi semakin diminati, terutama di Amerika Serikat, dimana dihargai sebagai sumber energi bebas karbon yang handal. Perusahaan teknologi besar seperti Meta dan Google semakin beralih ke energi panas bumi untuk mendukung data center mereka karena stabilitas dan emisi rendah.

Jalan Terus Maju

Untuk mempercepat pengembangan panas bumi, Indonesia perlu mengatasi tantangan infrastruktur melalui perencanaan strategis dan dukungan kebijakan. Pemerintah harus memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar dan menyederhanakan proses regulasi untuk menarik investasi yang dibutuhkan. Tanpa langkah-langkah ini, potensi panas bumi RI yang besar akan tetap terbengkalai.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
0 months ago
Read Time
13 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Energi TerbarukanInfrastruktur EnergiPanas Bumi

Key Events

1

Geothermal Capacity Addition Plans

2

Renewable Energy Target Update

Timeline from 1 verified sources