Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia memantau wacana merger antara raksasa transportasi online Grab dan GoTo, dengan kemungkinan keterlibatan Danantara. Menteri Prasetyo Hadi menyatakan bahwa proses merger masih menunggu kepulangan CEO Danantara Rosan Roeslani dari Australia 1
Pemerintah Indonesia tengah memantau dengan saksama pembicaraan merger antara dua raksasa transportasi online, Grab dan GoTo, dengan kemungkinan keterlibatan Danantara 1
Pemerintah memandang potensi merger ini sebagai upaya menciptakan ekosistem digital yang lebih kompetitif sambil menjaga persaingan sehat di pasar. Prasetyo Hadi menekankan bahwa merger ini akan membantu perusahaan beroperasi secara optimal tanpa persaingan yang tidak sehat. Pemerintah juga mengakui bahwa baik Grab maupun GoTo telah menciptakan lapangan kerja besar bagi masyarakat Indonesia.
R. A Koesoemohadiani, Direktur Legal dan Group Corporate Secretary GoTo, menekankan bahwa belum ada keputusan final terkait merger dengan Grab. Ia memastikan bahwa setiap langkah yang diambil GoTo akan tetap mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan memprioritaskan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan menjaga kepentingan terbaik bagi berbagai pemangku kepentingan.
Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara, menyatakan bahwa keputusan merger pada akhirnya ada di tangan Grab dan GoTo, sementara Danantara akan terus memantau aspek business-to-business (B2B) dari potensi kesepakatan ini. Ia menyatakan bahwa Danantara akan mendukung proses ini sambil memastikan adanya return komersial dan mematuhi masukan pemerintah.
Potensi merger antara Grab dan GoTo merupakan perkembangan signifikan dalam ekonomi digital Indonesia, yang berpotensi mengubah lanskap kompetitif sektor transportasi online dan e-commerce. Proses ini diawasi ketat oleh stakeholders industri dan investor, mengingat status kedua perusahaan sebagai entitas publik.
Grab-GoTo Merger Discussions
Danantara Potential Investment
Government Oversight