Key insights and market outlook
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa pembiayaan alat berat melalui perusahaan multifinance tumbuh sebesar 9,38% year-on-year (YoY) menjadi Rp48,24 triliun pada September 2025. OJK memproyeksikan pertumbuhan positif akan berlanjut meski ada tekanan harga komoditas. PT BRI Finance mencatat pertumbuhan 13,21% YoY dalam pembiayaan alat berat, sementara PT Adira Dinamika Multi Finance mencatat penyaluran Rp374 miliar.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan 9,38% year-on-year (YoY) dalam pembiayaan alat berat melalui perusahaan multifinance, mencapai Rp48,24 triliun pada September 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan tren positif di industri multifinance Indonesia meskipun terdapat berbagai tantangan ekonomi. Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, menyatakan bahwa pertumbuhan ini diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun.
Beberapa pemain utama di sektor multifinance melaporkan pertumbuhan signifikan dalam portofolio pembiayaan alat berat mereka. PT BRI Finance Indonesia mencatat pertumbuhan 13,21% YoY dalam pembiayaan alat berat hingga September 2025. Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, mengaitkan pertumbuhan ini dengan peningkatan produksi alat berat domestik sebesar 33,65% selama semester I/2025, berdasarkan data Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi).
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) melaporkan penyaluran pembiayaan alat berat sebesar Rp374 miliar hingga September 2025. CFO Adira Finance, Sylvanus Gani, mencatat bahwa sektor pertambangan menyumbang 70% dari pembiayaan alat berat mereka, dengan mayoritas investasi terkonsentrasi di Kalimantan.
Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menyatakan bahwa permintaan pembiayaan alat berat berdampak positif terhadap pertumbuhan pembiayaan investasi di industri multifinance. Data OJK menunjukkan bahwa pembiayaan investasi di sektor multifinance mencapai Rp177,33 triliun pada Juni 2025, tumbuh 8,18% YoY. Peningkatan permintaan ini sebagian disebabkan oleh masuknya alat berat China ke pasar Indonesia, menawarkan harga kompetitif yang menarik bagi kontraktor dan operator tambang.
Pertumbuhan pembiayaan alat berat mencerminkan investasi berkelanjutan di sektor pertambangan dan infrastruktur Indonesia. Meskipun terdapat tekanan harga komoditas, industri multifinance diperkirakan akan mempertahankan trajektori positif hingga akhir 2025, didukung oleh permintaan kuat dan kondisi pasar yang kompetitif.
Heavy Equipment Financing Growth
Multifinance Industry Expansion