Key insights and market outlook
Rencana pemerintah Indonesia untuk memberikan subsidi operasional kepada Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) mendapat kritik dari para ahli transportasi. Kritikus berpendapat bahwa subsidi seperti Public Service Obligation (PSO) tersebut lebih tepat dialokasikan untuk moda transportasi yang lebih banyak digunakan masyarakat, seperti kereta lokal atau kereta kelas ekonomi. Kontroversi ini menyoroti perdebatan tentang prioritas transportasi dan alokasi subsidi dalam pembangunan infrastruktur Indonesia.
Usulan pemerintah Indonesia untuk memberikan subsidi operasional kepada Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) telah memicu perdebatan sengit di kalangan para ahli transportasi. Subsidi yang dikemas sebagai Public Service Obligation (PSO) ini dipandang sebagai langkah kontroversial mengingat lanskap transportasi saat ini di Indonesia.
Aditya Dwi Laksana, Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian dan Angkutan Antarkota (MTI), berpendapat bahwa dana PSO akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk layanan transportasi yang lebih esensial. Ia menyarankan bahwa kereta lokal, kereta perkotaan, atau kereta kelas ekonomi di daerah dengan pilihan transportasi terbatas harus diprioritaskan karena melayani sebagian besar populasi dan sangat penting untuk mobilitas sehari-hari.
Kritik ini didasarkan pada keyakinan bahwa PSO harus dialokasikan untuk moda transportasi dengan pemanfaatan tinggi dan dampak sosial yang signifikan. Menurut Aditya, rencana saat ini tidak sejalan dengan prinsip ini karena kereta cepat pada dasarnya melayani pasar tertentu daripada populasi yang lebih luas. Argumen tersebut menekankan bahwa dukungan mobilitas untuk masyarakat umum harus menjadi prioritas dalam mengalokasikan subsidi tersebut.
Kontroversi ini membawa ke permukaan tantangan dalam menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan kebutuhan publik. Perdebatan ini menggarisbawahi perlunya pendekatan yang lebih nuansa dalam alokasi subsidi, yang sejalan dengan tujuan pembangunan dan kebutuhan langsung masyarakat. Ketika Indonesia terus memperluas infrastruktur transportasinya, diskusi seperti ini akan sangat penting dalam membentuk masa depan sektor ini.
Rencana Subsidi Kereta Cepat
Kritik terhadap Alokasi PSO