Key insights and market outlook
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga Indonesia melambat menjadi 4,89% pada Kuartal 3 2025, turun dari 4,97% pada Kuartal 2 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mengaitkan perlambatan ini dengan faktor musiman, karena Kuartal 3 biasanya memiliki lebih sedikit peristiwa besar dan hari libur keagamaan dibandingkan dengan Kuartal 2. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa konsumsi rumah tangga dipengaruhi oleh siklus musiman dan tidak adanya hari libur keagamaan panjang di Kuartal 3.
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga Indonesia mengalami perlambatan moderat pada Q3 2025, menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Tingkat pertumbuhan menurun menjadi 4,89% pada Q3 dari 4,97% pada kuartal sebelumnya. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh faktor musiman.
Perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga selama Q3 2025 dapat dikaitkan terutama dengan pola musiman yang umum diamati dalam aktivitas ekonomi Indonesia. Amalia mencatat bahwa Q3 biasanya memiliki lebih sedikit peristiwa dan perayaan penting dibandingkan dengan Q2, di mana hari raya keagamaan besar sering meningkatkan konsumsi. "Konsumsi rumah tangga dipengaruhi oleh siklus musiman. Pada Q3, kita tidak memiliki hari libur keagamaan panjang seperti yang kita alami pada Q2," kata Amalia.
Meskipun perlambatan pertumbuhan konsumsi dikategorikan sebagai musiman, hal ini masih memerlukan perhatian dari ekonom dan pembuat kebijakan. Konsumsi rumah tangga adalah komponen penting dari PDB Indonesia, dan fluktuasi apa pun dapat memiliki implikasi ekonomi yang lebih luas. Moderasi dalam pertumbuhan konsumsi menunjukkan bahwa stimulus ekonomi atau penyesuaian kebijakan mungkin diperlukan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.
Moderasi dalam pertumbuhan konsumsi rumah tangga terjadi pada saat Indonesia memantau berbagai indikator ekonomi dengan cermat. Saat negara ini menavigasi sisa tahun 2025, pembuat kebijakan akan mengamati tren konsumsi bersama dengan faktor makroekonomi lainnya untuk menilai kesehatan keseluruhan ekonomi dan membuat keputusan yang tepat mengenai kebijakan fiskal dan moneter.
Q3 2025 Household Consumption Data Release
Seasonal Slowdown in Consumption Growth