Indonesia's Industrial Estate Development Faces Spatial Planning Hurdles
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 1
Sources1 verified

Pengembangan Kawasan Industri di Indonesia Terhambat Masalah Tata Ruang

Tim Editorial AnalisaHub·1 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyoroti bahwa permasalahan tata ruang masih menjadi tantangan signifikan bagi pengembangan kawasan industri. Ketua Umum Akhmad Ma'ruf Maulana menyatakan bahwa ketidaksinkronan RTRW dan kebijakan sektoral menyebabkan keterlambatan dalam persetujuan investasi. Tantangan lain termasuk kendala infrastruktur seperti pasokan listrik dan akses logistik. Menyelesaikan masalah ini dapat membuat 2026 menjadi tahun percepatan investasi dan membantu mencapai pertumbuhan ekonomi 8%.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Pengembangan Kawasan Industri di Indonesia Menghadapi Tantangan

Masalah Tata Ruang Tetap Menjadi Hambatan Signifikan

Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mengidentifikasi bahwa permasalahan tata ruang masih menjadi hambatan utama bagi pengembangan kawasan industri di Indonesia. Menurut Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana, ketidaksinkronan antara rencana tata ruang (RTRW) dan kebijakan sektoral sering menyebabkan keterlambatan dalam persetujuan investasi, khususnya terkait penerbitan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR).

Kendala Infrastruktur Memperparah Tantangan Investasi

Selain masalah tata ruang, kawasan industri juga menghadapi tantangan infrastruktur termasuk pasokan listrik dan harga gas. Banyak daerah masih berjuang dengan akses logistik yang mempengaruhi biaya produksi dan efisiensi distribusi. Maulana menekankan bahwa penyelesaian masalah ini dapat mempercepat investasi di 2026, berpotensi menjadikan kawasan industri sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Tren Investasi dan Peluang Regional

Meski ada tantangan, tahun 2025 menunjukkan minat investasi asing yang signifikan dari negara-negara seperti Jepang, Singapura, Tiongkok, dan Korea Selatan. Sektor-sektor yang menarik investasi termasuk manufaktur baterai dan kendaraan listrik, logistik modern, energi terbarukan, pusat data, dan manufaktur berteknologi tinggi. Wilayah seperti Kepulauan Riau dan beberapa bagian Jawa muncul sebagai destinasi investasi utama karena infrastruktur yang membaik dan dukungan pemerintah.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
2 weeks ago
Read Time
8 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Industrial DevelopmentSpatial PlanningInvestment Challenges

Key Events

1

Industrial Investment Trends

2

Infrastructure Development Challenges

Timeline from 1 verified sources