Key insights and market outlook
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyoroti bahwa permasalahan tata ruang masih menjadi tantangan signifikan bagi pengembangan kawasan industri. Ketua Umum Akhmad Ma'ruf Maulana menyatakan bahwa ketidaksinkronan RTRW dan kebijakan sektoral menyebabkan keterlambatan dalam persetujuan investasi. Tantangan lain termasuk kendala infrastruktur seperti pasokan listrik dan akses logistik. Menyelesaikan masalah ini dapat membuat 2026 menjadi tahun percepatan investasi dan membantu mencapai pertumbuhan ekonomi 8%.
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mengidentifikasi bahwa permasalahan tata ruang masih menjadi hambatan utama bagi pengembangan kawasan industri di Indonesia. Menurut Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana, ketidaksinkronan antara rencana tata ruang (RTRW) dan kebijakan sektoral sering menyebabkan keterlambatan dalam persetujuan investasi, khususnya terkait penerbitan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR).
Selain masalah tata ruang, kawasan industri juga menghadapi tantangan infrastruktur termasuk pasokan listrik dan harga gas. Banyak daerah masih berjuang dengan akses logistik yang mempengaruhi biaya produksi dan efisiensi distribusi. Maulana menekankan bahwa penyelesaian masalah ini dapat mempercepat investasi di 2026, berpotensi menjadikan kawasan industri sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi.
Meski ada tantangan, tahun 2025 menunjukkan minat investasi asing yang signifikan dari negara-negara seperti Jepang, Singapura, Tiongkok, dan Korea Selatan. Sektor-sektor yang menarik investasi termasuk manufaktur baterai dan kendaraan listrik, logistik modern, energi terbarukan, pusat data, dan manufaktur berteknologi tinggi. Wilayah seperti Kepulauan Riau dan beberapa bagian Jawa muncul sebagai destinasi investasi utama karena infrastruktur yang membaik dan dukungan pemerintah.
Industrial Investment Trends
Infrastructure Development Challenges