Key insights and market outlook
KEK Industropolis Batang mencatat investasi Rp 4,87 triliun pada 2025 di lahan seluas 93,67 hektare, didorong oleh 12 investor baru dari Hong Kong, Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Tiongkok. Sementara itu, okupansi kawasan industri nasional tetap rendah pada level 58,19% per November 2025, dengan 175 kawasan industri operasional yang mencakup 98.235,59 hektare. Kementerian Perindustrian mengaitkan okupansi rendah dengan penambahan kawasan industri baru.
KEK Industropolis Batang, bagian dari Holding BUMN Danareksa, menutup tahun 2025 dengan capaian investasi yang signifikan. Kawasan industri ini mencatat investasi Rp 4,87 triliun, mencakup pemanfaatan lahan seluas 93,67 hektare 1
Berbeda dengan keberhasilan Batang, tingkat okupansi kawasan industri nasional tetap rendah. Per November 2025, okupansi kawasan industri di Indonesia berada di level 58,19%, menurut Kementerian Perindustrian 2
Komposisi industri yang beragam di Batang memperkuat ekosistem industri, menjadikannya modern dan berdaya saing global. Ngurah Wirawan, Direktur Utama KEK Industropolis Batang, menyatakan bahwa kawasan industri ini berada di jalur yang tepat dalam mendorong realisasi investasi industri nasional. Keberhasilan di Batang kontras dengan tren nasional, menunjukkan bahwa kawasan industri yang terkelola dengan baik dapat menarik investasi signifikan meskipun ada tantangan sektoral yang lebih luas.
Rp 4.87 Trillion Investment in Batang
58.19% National Occupancy Rate