Inflasi Indonesia Naik ke 2,92% pada Desember 2025
Harga Pangan Dorong Kenaikan Inflasi
Tingkat inflasi Indonesia naik ke 2,92% year-on-year pada Desember 2025, meningkat signifikan dari 1,57% pada Desember 2024 5. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh harga yang meningkat pada kategori makanan, minuman, dan tembakau, yang berkontribusi 0,48% terhadap tingkat inflasi bulanan sebesar 0,64% 2.
Komoditas utama yang berkontribusi terhadap tekanan inflasi meliputi:
- Cabai: Memberikan kontribusi 0,17% terhadap inflasi 2
- Daging ayam: Memberikan kontribusi 0,09% terhadap inflasi 2
- Bawang merah: Memberikan kontribusi 0,07% terhadap inflasi 2
- Emas perhiasan: Menjadi penyumbang signifikan inflasi tahunan, muncul 11 kali sebagai penyumbang inflasi bulanan sepanjang 2025 3
- Beras: Mengalami kenaikan harga di seluruh saluran distribusi 4
Tingkat inflasi tahunan ini sejalan dengan inflasi year-to-date sebesar 2,92%, karena keduanya dibandingkan dengan periode dasar yang sama 5. Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 106,80 pada Desember 2024 menjadi 109,92 pada Desember 2025 7.
Dampak terhadap Petani dan Ekonomi
Meski terdapat tekanan inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat menjadi 125,35 pada Desember 2025, menunjukkan peningkatan daya beli petani 1. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan 2,08% pada harga yang diterima petani, yang melebihi kenaikan 1,02% pada harga yang dibayar petani 1.
Sumber
- [Kontan - BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik](
- [Detik Finance - Harga Rokok Bikin Desember 2025 Inflasi 0,64](
- [Detik Finance - Harga Emas Meledak Sepanjang 2025](
- [Kontan - Harga Beras Naik Lagi](
- [Kontan - BPS: Inflasi Tahunan Desember 2021 Tercatat 2,92%](
- [Kontan - Harga Cabai Menggila, Inflasi Desember 2025 Tak Terbendung](
- [Kontan - Inflasi Desember 2025 Naik ke 2,92%](