Key insights and market outlook
Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan anggotanya sedang melakukan penilaian kerusakan akibat bencana alam di Sumatera yang baru-baru ini terjadi. Klaim potensial diperkirakan akan datang dari asuransi properti dan kendaraan bermotor karena banjir luas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ketua AAUI, Budi Herawan, menekankan bahwa perusahaan asuransi memiliki likuiditas yang memadai dan dukungan reasuransi untuk menangani klaim yang diantisipasi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 174 orang meninggal, 79 hilang, dan 12 luka-luka di seluruh wilayah yang terkena dampak.
Asuransi Umum Indonesia (AAUI) telah mengumumkan bahwa perusahaan-perusahaan anggotanya saat ini berada pada tahap penilaian awal untuk menentukan tingkat kerusakan dan jangkauan asuransi di wilayah Sumatra yang terkena dampak bencana alam baru-baru ini. Penilaian ini mencakup area yang terdampak banjir parah di provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Ketua AAUI, Budi Herawan, menyatakan bahwa potensi klaim asuransi diperkirakan terutama berasal dari sektor asuransi properti, termasuk rumah tinggal dan tempat usaha, serta asuransi kendaraan bermotor. Herawan menekankan bahwa perusahaan asuransi bekerja untuk memproses klaim dengan cepat, transparan, dan adil sesuai ketentuan polis untuk memberikan bantuan segera kepada korban bencana.
Industri asuransi telah mempersiapkan diri untuk potensi klaim dengan menjaga buffer keuangan yang kuat. Herawan menyoroti bahwa perusahaan asuransi di Indonesia memiliki mekanisme multi-lapisan untuk memastikan kemampuan mereka dalam membayar klaim, termasuk ekuitas yang memadai, manajemen akumulasi risiko, dan dukungan reasuransi yang kuat. Untuk bencana besar, baik perlindungan reasuransi domestik maupun internasional memainkan peran penting dalam memastikan likuiditas dan pemenuhan kewajiban kepada pemegang polis secara tepat waktu.
AAUI berkoordinasi erat dengan perusahaan asuransi dan reasuransi untuk memantau situasi dan memastikan respons yang terkoordinasi. Herawan mencatat bahwa meskipun industri ini siap menangani klaim yang diantisipasi, peristiwa bencana besar menjadi pelajaran penting untuk memperkuat praktik underwriting berbasis risiko. Penyesuaian di masa depan kemungkinan akan dilakukan dalam penilaian risiko, pemodelan bencana, dan manajemen akumulasi risiko, terutama di daerah rawan bencana.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir baru-baru ini telah mengakibatkan korban jiwa yang signifikan. Angka yang dilaporkan mencakup 174 orang meninggal, 79 orang hilang, dan 12 orang terluka di seluruh provinsi yang terdampak. Sumatra Utara mencatat jumlah korban jiwa tertinggi yaitu 116 orang, diikuti oleh Aceh dengan 35 orang, dan Sumatra Barat dengan 23 orang. BNPB terus memperbarui angka-angka ini seiring dengan kemajuan penilaian di daerah yang terdampak.
Insurance Claims Surge Following Natural Disasters
Industry Preparedness for Disaster-Related Claims
Reinsurance Support for Insurance Companies