Key insights and market outlook
Sektor perbankan syariah Indonesia terus menghadapi tantangan dalam memperluas pangsa pasarnya, dengan total aset mencapai Rp 1.397 triliun pada Oktober 2025, yang hanya mewakili sekitar 10% dari total aset perbankan nasional. Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan tingkat literasi keuangan syariah 43,42% namun hanya tingkat inklusi 13,41% untuk perbankan syariah. Pemimpin industri berfokus pada peningkatan aksesibilitas untuk mendorong pertumbuhan.
Industri perbankan syariah Indonesia terus berjuang memperluas pangsa pasarnya meskipun telah hadir selama tiga dekade di sektor keuangan. Hingga Oktober 2025, total aset bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) mencapai Rp 1.397 triliun. Sebagai perbandingan, total aset bank konvensional pada periode yang sama mencapai Rp 13.219 triliun, menjadikan aset perbankan syariah hanya sekitar 10% dari total aset perbankan nasional.
Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), menyoroti bahwa meskipun bank syariah telah membuat kemajuan, mereka masih tertinggal dari bank konvensional dalam hal jangkauan jaringan. Survei OJK 2025 tentang literasi dan inklusi keuangan menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan syariah mencapai 43,42%, menunjukkan pemahaman yang relatif baik tentang perbankan syariah di kalangan masyarakat. Namun, tingkat inklusi tetap rendah pada 13,41%, menunjukkan bahwa aksesibilitas masih menjadi hambatan signifikan bagi pertumbuhan perbankan syariah.
Pemimpin industri kini berfokus pada peningkatan aksesibilitas untuk mendorong pertumbuhan perbankan syariah. Anggoro menekankan bahwa meskipun pemahaman tentang perbankan syariah relatif baik, akses terbatas ke layanan perbankan syariah menghambat ekspansinya. Industri diharapkan menerapkan strategi yang meningkatkan aksesibilitas, berpotensi melalui solusi perbankan digital dan perluasan jaringan cabang.
Islamic Banking Asset Growth
Financial Inclusion Survey Results