Key insights and market outlook
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya memberdayakan Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk memasok barang kebutuhan ibadah haji dan umrah. Dengan kontribusi Indonesia yang mencapai sekitar 10% jemaah haji global dan partisipasi umrah yang tinggi, Kemenperin melihat potensi pasar yang besar. Kementerian ini berkolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait termasuk Kementerian Agama, perusahaan travel, dan bank penerima setoran haji dan umrah untuk menciptakan peluang bagi IKM.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan peran Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam penyediaan barang dan jasa untuk ibadah haji dan umrah. Inisiatif ini muncul karena Indonesia tetap menjadi salah satu kontributor terbesar jemaah haji global, yaitu sekitar 10% dari total 1
Kemenperin berupaya menciptakan rantai pasok yang lebih inklusif untuk layanan haji dan umrah dengan berkolaborasi bersama pemangku kepentingan utama. Ini termasuk Kementerian Agama, perusahaan travel, dan bank yang menangani pembayaran haji dan umrah. Kementerian ini berupaya membuka peluang pasar baru bagi pelaku IKM di berbagai kategori produk seperti:
Jumlah jemaah Indonesia yang meningkat dalam ibadah haji dan umrah menghadirkan peluang pasar yang signifikan. Reni Yanita, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka di Kemenperin, menekankan bahwa meningkatnya permintaan barang dan jasa terkait menciptakan pasar substansial yang dapat dimanfaatkan IKM.
Meski inisiatif ini menghadirkan banyak peluang, terdapat pula tantangan. Memastikan IKM memenuhi standar yang dipersyaratkan untuk penyediaan barang kepada jemaah haji dan umrah akan sangat krusial. Kemenperin kemungkinan akan fokus pada peningkatan kapasitas dan penjaminan mutu untuk memungkinkan IKM berpartisipasi efektif di pasar ini.
IKM Market Opportunity Expansion
Haji and Umrah Supply Chain Development