Key insights and market outlook
Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengumumkan bahwa empat kantor pertanahan di Aceh rusak akibat banjir dan longsor baru-baru ini. Kantor yang terdampak berada di Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Menteri telah mengalokasikan Rp3,1 miliar untuk menyewa kantor sementara sambil melakukan penilaian kerusakan.
Banjir dan longsor baru-baru ini di Aceh telah berdampak signifikan pada operasional Badan Pertanahan Nasional (BPN). Menteri Nusron Wahid melaporkan bahwa empat kantor pertanahan rusak, khususnya di Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Bencana ini telah mengganggu layanan pertanahan di wilayah tersebut, sehingga memerlukan tindakan segera.
Sebagai respons terhadap krisis ini, menteri telah mengalokasikan Rp3,1 miliar untuk menyewa ruang kantor alternatif. Langkah ini akan memastikan kelanjutan layanan pertanahan sambil kantor yang rusak dinilai dan diperbaiki. Kementerian Pekerjaan Umum saat ini sedang mengevaluasi tingkat kerusakan bangunan dan infrastruktur.
Banjir ini terutama berdampak pada kantor pertanahan Aceh Tamiang, di mana layanan harus dipindahkan ke kota lain. Gangguan ini menyoroti tantangan yang dihadapi layanan administrasi pertanahan selama bencana alam. BPN bekerja untuk mengembalikan operasional normal secepat mungkin.
Allocation of Rp3.1 Billion for Office Relocation
Damage Assessment of Land Offices