Indonesia's Land Agency Tackles Corruption and Inefficiencies in Land Services
Back
Back
4
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 5
Sources2 verified

BPN Indonesia Tangani Korupsi dan Inefisiensi dalam Pelayanan Pertanahan

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Indonesia melakukan reformasi komprehensif untuk mengatasi korupsi dan proses yang tidak efisien dalam pelayanan pertanahan. Menteri Nusron Wahid melaporkan bahwa 3.260 kasus sengketa tanah telah ditangani hingga September 2025, mencapai 162,84% dari target 2

. Lembaga ini mendigitalisasi layanan untuk mengurangi interaksi tatap muka dan meminimalkan peluang korupsi, dengan tiga layanan sudah diimplementasikan melalui Perjanjian Tingkat Layanan (SLA).

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Badan Pertanahan Nasional Indonesia Lakukan Reformasi Komprehensif

Menangani Korupsi dan Inefisiensi

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Indonesia melakukan reformasi besar-besaran untuk memerangi korupsi dan meningkatkan efisiensi dalam pelayanan pertanahan. Menteri Nusron Wahid mengakui adanya proses bisnis yang kompleks dan praktik korupsi dalam layanan administrasi pertanahan selama rapat dengar pendapat dengan DPR pada 24 November 2025 1

.

Upaya Transformasi Digital

Untuk mengatasi masalah ini, lembaga ini mempercepat digitalisasi layanannya. Tiga dari enam layanan pertanahan telah ditransformasikan secara digital melalui Perjanjian Tingkat Layanan (SLA), termasuk hak tanggungan dan roya. Transformasi digital ini bertujuan mengurangi interaksi langsung antara masyarakat dan pejabat, sehingga meminimalkan peluang praktik korupsi 1

.

Kemajuan dalam Penyelesaian Sengketa

ATR/BPN telah membuat kemajuan signifikan dalam menangani sengketa dan konflik pertanahan. Hingga September 2025, lembaga ini telah berhasil menangani 3.260 kasus, melebihi target dengan mencapai 162,84% dari rencana 2

. Ini mencakup kegiatan yang didanai DIPA maupun penanganan kasus rutin non-DIPA.

Tantangan ke Depan

Meski ada kemajuan, tantangan tetap ada, terutama pada layanan yang membutuhkan verifikasi bukti fisik seperti pemberian hak baru. Lembaga ini berencana melanjutkan upaya transformasi digital untuk mencakup layanan yang tersisa. Reformasi ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi administrasi pertanahan.

Sumber

  1. [Detik Finance - Nusron Buka Suara](
  2. [Detik Finance - BPN Catat 3.260 Kasus](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
11 min
Sources
2 verified

Topics Covered

Land ReformDigital TransformationCorruption Eradication

Key Events

1

Land Dispute Resolution Progress

2

Digitalization of Land Services

Timeline from 2 verified sources