Key insights and market outlook
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Indonesia melakukan reformasi komprehensif untuk mengatasi korupsi dan proses yang tidak efisien dalam pelayanan pertanahan. Menteri Nusron Wahid melaporkan bahwa 3.260 kasus sengketa tanah telah ditangani hingga September 2025, mencapai 162,84% dari target 2
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Indonesia melakukan reformasi besar-besaran untuk memerangi korupsi dan meningkatkan efisiensi dalam pelayanan pertanahan. Menteri Nusron Wahid mengakui adanya proses bisnis yang kompleks dan praktik korupsi dalam layanan administrasi pertanahan selama rapat dengar pendapat dengan DPR pada 24 November 2025 1
Untuk mengatasi masalah ini, lembaga ini mempercepat digitalisasi layanannya. Tiga dari enam layanan pertanahan telah ditransformasikan secara digital melalui Perjanjian Tingkat Layanan (SLA), termasuk hak tanggungan dan roya. Transformasi digital ini bertujuan mengurangi interaksi langsung antara masyarakat dan pejabat, sehingga meminimalkan peluang praktik korupsi 1
ATR/BPN telah membuat kemajuan signifikan dalam menangani sengketa dan konflik pertanahan. Hingga September 2025, lembaga ini telah berhasil menangani 3.260 kasus, melebihi target dengan mencapai 162,84% dari rencana 2
Meski ada kemajuan, tantangan tetap ada, terutama pada layanan yang membutuhkan verifikasi bukti fisik seperti pemberian hak baru. Lembaga ini berencana melanjutkan upaya transformasi digital untuk mencakup layanan yang tersisa. Reformasi ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi administrasi pertanahan.
Land Dispute Resolution Progress
Digitalization of Land Services