Key insights and market outlook
Keterlibatan Indonesia pada impor LPG terbongkar menghabiskan ratusan triliun rupiah setiap tahun devisa negara. Kesenjangan impor saat ini 8,4 juta ton disebabkan konsumsi domestik mencapai 10 juta ton sementara produksi lokal hanya memenuhi 1,6 juta ton. Menteri Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah mengembangkan proyek gasifikasi batu bara untuk produksi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi LPG untuk mengurangi ketergantungan ini.
Ketergantungan Indonesia pada impor LPG mengakibatkan drainase signifikan terhadap cadangan devisa negara, mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa konsumsi LPG nasional telah mencapai sekitar 10 juta ton per tahun, sementara produksi domestik hanya mencakup 1,6 juta ton, menciptakan defisit 8,4 juta ton yang harus dipenuhi melalui impor.
Sebagai respons terhadap ketidakseimbangan perdagangan yang substansial ini, pemerintah mengalihkan fokusnya pada pengembangan proyek gasifikasi batu bara untuk produksi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi yang layak untuk LPG. Bahlil menjelaskan bahwa pembangunan kapasitas produksi LPG tambahan sulit dilakukan karena ketidaksesuaian antara komposisi gas alam Indonesia (terutama C1 dan C2) dengan kebutuhan C3/C4 untuk produksi LPG. Pergeseran ke DME, yang dapat memanfaatkan bahan baku berkalori rendah, menjadi solusi yang lebih layak.
Program hilirisasi pemerintah, yang mencakup proyek DME, akan mengalami kemajuan signifikan dalam beberapa bulan mendatang. Menteri Prasetyo Hadi mengumumkan akan ada enam groundbreaking untuk proyek hilirisasi pada Januari 2026, diikuti inisiatif tambahan pada Februari dan Maret untuk memajukan proyek-proyek yang tersisa. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor LPG dan memperkuat keamanan energi negara.
Implementasi proyek DME yang sukses dapat memiliki implikasi luas bagi lanskap energi Indonesia. Dengan mengurangi ketergantungan negara pada LPG impor, pemerintah bertujuan untuk menghemat cadangan devisa dan meningkatkan keamanan energi. Pergeseran kebijakan ini menunjukkan pendekatan proaktif dalam mengatasi tantangan energi Indonesia dan memanfaatkan sumber daya domestik untuk mendorong stabilitas ekonomi.
LPG Import Dependency Disclosure
DME Project Announcement
Hilirisasi Program Groundbreaking