Key insights and market outlook
Tingkat hunian hotel di Indonesia pada November 2025 menunjukkan kinerja beragam di berbagai kategori hotel. Hotel mewah (bintang 5) mengalami penurunan terbesar sebesar 2,72% year-on-year, sementara hotel kelas menengah (bintang 3) relatif stabil dengan penurunan hanya 0,98%. Perbandingan month-to-month menunjukkan peningkatan hunian di sebagian besar kategori hotel kecuali hotel mewah dan nonbintang. Data ini mengindikasikan pergeseran preferensi wisatawan ke akomodasi kelas menengah.
Industri perhotelan Indonesia menunjukkan kinerja beragam di berbagai kategori pada November 2025. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat hunian tertinggi tercatat pada hotel bintang 4 sebesar 58,66%. Sebaliknya, hotel nonbintang memiliki tingkat hunian terendah sebesar 24,98%.
Dibandingkan dengan November 2024, semua kategori hotel mengalami penurunan tingkat hunian. Penurunan terbesar terjadi pada hotel mewah bintang 5 sebesar 2,72 poin persentase. Disusul oleh hotel bintang 1 yang turun 2,56 poin persentase. Kategori yang paling resilien adalah hotel bintang 3 dengan penurunan terkecil sebesar 0,98 poin persentase.
Perbandingan Oktober ke November 2025 menunjukkan mayoritas kategori hotel mengalami peningkatan hunian. Kenaikan terbesar month-on-month terjadi pada hotel bintang 3 sebesar 1,72 poin persentase, diikuti hotel bintang 4 yang naik 1,71 poin persentase. Sebaliknya, hotel bintang 5 dan nonbintang mengalami penurunan masing-masing 1,48 dan 0,27 poin persentase.
Data menunjukkan tren jelas bahwa wisatawan lebih memilih akomodasi kelas menengah dibandingkan pilihan mewah atau budget. Preferensi ini terlihat dari kinerja relatif lebih baik hotel bintang 3 dan 4 dibandingkan kategori lain. Tren ini menunjukkan peluang strategis bagi hotel kelas menengah untuk memanfaatkan permintaan yang meningkat.
Hotel Occupancy Rate Changes
Shift in Tourist Preferences