Key insights and market outlook
Indeks Manufaktur Pembelian (PMI) Indonesia naik menjadi 53,3 pada November 2025, meningkat dari 51,2 di Oktober, menandai bulan keempat berturut-turut berada di wilayah ekspansi. Peningkatan ini didorong oleh peningkatan volume produksi dan lonjakan pesanan baru, yang merupakan yang tercepat sejak Agustus 2023. Tren pemulihan ini mengikuti perlambatan ke 50,4 pada September, yang menunjukkan sektor manufaktur yang menguat di tengah upaya pemulihan ekonomi domestik.
Aktivitas manufaktur Indonesia menunjukkan perbaikan signifikan pada November 2025, dengan Indeks Manufaktur Purchasing Managers (PMI) meningkat menjadi 53,3, naik dari 51,2 pada Oktober. Ini menandai bulan keempat berturut-turut PMI tetap berada di wilayah ekspansi, menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan di sektor manufaktur.
Peningkatan PMI November terutama didorong oleh dua faktor utama: peningkatan volume produksi dan lonjakan pesanan baru. Tingkat pesanan baru sangat menonjol, mencatat pertumbuhan tercepat sejak Agustus 2023. Lonjakan permintaan ini memungkinkan produsen meningkatkan produksi, berkontribusi pada peningkatan keseluruhan dalam pembacaan PMI.
Pembacaan PMI saat ini mewakili pemulihan dari perlambatan pada September ketika indeks turun menjadi 50,4. Pemulihan pada bulan-bulan berikutnya menunjukkan bahwa sektor manufaktur mendapatkan momentum, kemungkinan didukung oleh upaya pemulihan ekonomi domestik yang sedang berlangsung.
Ekspansi berkelanjutan dalam aktivitas manufaktur merupakan indikator positif bagi kesehatan ekonomi Indonesia yang lebih luas. Seiring sektor manufaktur terus tumbuh, kemungkinan akan berkontribusi positif pada kinerja ekonomi secara keseluruhan, berpotensi mendukung penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan investasi.
Manufacturing PMI Improvement
Production Volume Increase
New Orders Surge