Key insights and market outlook
Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia mencatatkan ekspansi untuk bulan keempat berturut-turut pada November 2025, mencapai 53,3, naik dari 51,2 di Oktober. Kenaikan signifikan ini didorong oleh pola permintaan musiman dan kebijakan stimulus pemerintah yang meningkatkan konsumsi domestik. Ini merupakan capaian PMI tertinggi sejak Februari 2025, menunjukkan pertumbuhan kuat di sektor manufaktur.
Sektor manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja positif pada November 2025, dengan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur naik menjadi 53,3 dari 51,2 di Oktober. Ini menandai bulan keempat berturut-turut ekspansi dan capaian tertinggi sejak Februari 2025 yang tercatat di level 53,06. Kenaikan signifikan dalam PMI ini menunjukkan pertumbuhan kuat dalam aktivitas manufaktur, didorong oleh faktor musiman dan kebijakan ekonomi yang mendukung.
Menurut Faisal Rachman, Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan di Permata Bank, dua faktor utama berkontribusi pada lonjakan PMI. Pertama, pola permintaan musiman memainkan peran penting karena permintaan domestik menguat menjelang akhir tahun. Kedua, kebijakan stimulus yang dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia memberikan dukungan signifikan pada pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli konsumen. Faktor-faktor ini bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung bagi sektor manufaktur, sehingga menghasilkan ekspansi yang diamati.
Kinerja kuat sektor manufaktur pada November 2025 merupakan indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. PMI manufaktur dianggap sebagai indikator utama aktivitas ekonomi, dan angka di atas 50 menandakan ekspansi. Angka saat ini sebesar 53,3 menunjukkan bahwa sektor manufaktur tidak hanya tumbuh tetapi melakukannya dengan kecepatan yang signifikan. Hal ini menjanjikan kinerja ekonomi keseluruhan yang baik, terutama dalam hal produksi industri dan ketenagakerjaan.
Data PMI manufaktur November 2025 menyoroti ketahanan dan potensi pertumbuhan sektor manufaktur Indonesia. Dengan dukungan terus-menerus dari kebijakan pemerintah dan permintaan musiman, prospek sektor ini tetap positif. Ketika Indonesia melangkah maju, menjaga lingkungan bisnis yang kondusif dan kebijakan moneter yang mendukung akan sangat penting dalam mempertahankan momentum pertumbuhan ini.
Manufacturing PMI Expansion
Government Stimulus Impact