Key insights and market outlook
Sektor manufaktur Indonesia mencapai tonggak penting dengan Nilai Tambah Manufaktur (MVA) sebesar US$ 265,07 miliar pada 2024, menempatkan Indonesia sebagai negara peringkat ke-13 dunia 1
Sektor manufaktur Indonesia telah mencapai tonggak penting dengan Nilai Tambah Manufaktur (MVA) sebesar US$ 265,07 miliar pada 2024, berdasarkan data Bank Dunia 1
Kementerian Perindustrian menargetkan peningkatan signifikan dalam investasi manufaktur melalui berbagai inisiatif. Agus Gumiwang menyatakan bahwa kementerian bertujuan untuk menggandakan investasi manufaktur dalam lima tahun ke depan melalui program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 2
Sektor manufaktur, atau Industri Pengolahan Non Migas (IPNM), menunjukkan kinerja investasi yang kuat pada Q3 2025 dengan berhasil menarik investasi sebesar Rp 185,4 triliun. Angka ini mewakili 37,73% dari total investasi nasional sebesar Rp 491,4 triliun pada periode yang sama 2
Kombinasi kinerja saat ini yang kuat dan target pertumbuhan yang ambisius memposisikan sektor manufaktur Indonesia untuk terus berkembang. Fokus pemerintah pada promosi produksi dalam negeri dan peningkatan kandungan lokal di berbagai industri diharapkan dapat mendorong investasi dan pertumbuhan lebih lanjut di sektor ini.
MVA Achievement
Investment Target Announcement