Key insights and market outlook
Meskipun nilai ekspor Indonesia tumbuh sebesar 8,14% menjadi US$209,80 miliar hingga September 2025, premi asuransi kargo laut mengalami penurunan sedikit sebesar 0,74% menjadi Rp5,33 triliun. Faktor-faktor yang berkontribusi pada penurunan ini antara lain tarif kompetitif yang tinggi, praktik asuransi mandiri di kalangan eksportir, dan kebijakan transportasi internasional yang diterbitkan di luar negeri. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat bahwa premi kargo laut relatif stabil pada Rp2,77 triliun per Q2 2025.
Nilai ekspor Indonesia mencapai US$209,80 miliar hingga September 2025, menandai peningkatan sebesar 8,14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, pertumbuhan aktivitas ekspor tidak bertranslasi menjadi premi asuransi kargo laut yang lebih tinggi. Sebaliknya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penurunan sedikit sebesar 0,74% pada premi asuransi kargo laut menjadi Rp5,33 triliun per September 2025.
Beberapa faktor telah diidentifikasi berkontribusi pada penurunan premi asuransi kargo laut meskipun terjadi pertumbuhan ekspor. Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyoroti bahwa tarif kompetitif yang tinggi di industri berperan dalam hal ini. Selain itu, beberapa eksportir melakukan asuransi sendiri, mengurangi ketergantungan mereka pada polis asuransi eksternal. Selanjutnya, sebagian transportasi internasional masih dicover oleh polis yang diterbitkan di luar negeri, yang juga mempengaruhi pendapatan premi di dalam negeri.
AAUI melaporkan bahwa premi kargo laut relatif stabil pada Rp2,77 triliun per kuartal kedua 2025, dibandingkan dengan Rp2,78 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. PT Asuransi MSIG Indonesia juga mengalami penurunan sedikit pada Gross Written Premium (GWP) untuk kargo laut, dengan penurunan sekitar 0,5% hingga 0,6% tahun-ke-tahun per kuartal ketiga 2025. Meskipun demikian, perusahaan mencatat bahwa portofolio kargo laut tetap kuat, berkontribusi sekitar 9,5% pada total portofolio MSIG Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan wawasan lebih lanjut tentang kinerja ekspor Indonesia. Nilai ekspor sektor non-migas mencatat peningkatan signifikan sebesar 9,57% menjadi US$199,77 miliar. Sebaliknya, nilai ekspor migas menurun sebesar 14,09% menjadi US$10,03 miliar selama periode yang sama. Perbedaan ini menyoroti meningkatnya pentingnya ekspor non-migas dalam lanskap ekspor Indonesia secara keseluruhan.
Marine Cargo Insurance Premium Decline
Export Growth in Indonesia
Insurance Industry Trends