Key insights and market outlook
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah tuduhan bahwa Kementerian ESDM menahan ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia. Menteri tersebut menyatakan bahwa tidak ada penahanan ekspor Freeport dan semua proses telah selesai tanpa penundaan. Klarifikasi ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa ekspor yang tertunda telah berkontribusi pada kontraksi ekonomi signifikan di Papua Tengah, mencapai pertumbuhan -8%.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dengan tegas membantah tuduhan bahwa Kementerian ESDM menahan ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia (PTFI). Berbicara di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Bahlil menekankan bahwa tidak ada penahanan ekspor Freeport dan semua proses yang diperlukan telah selesai tanpa penundaan.
Pernyataan menteri ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa dugaan penundaan ekspor Freeport telah berdampak signifikan terhadap kinerja ekonomi Papua Tengah, yang mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi hingga -8%. Kinerja ekonomi wilayah ini sangat terkait dengan aktivitas pertambangan Freeport, sehingga gangguan apa pun sangat berdampak.
Bahlil juga menggarisbawahi bahwa Kementerian sebelumnya telah memberikan relaksasi ekspor kepada Freeport selama menghadapi masalah teknis di smelter mereka di Gresik, Jawa Timur. Izin sementara ini memungkinkan Freeport melanjutkan ekspor sambil menyelesaikan masalah operasional. Namun, perpanjangan izin ekspor ini berakhir pada September 2025.
Klarifikasi ini penting karena menjawab kekhawatiran tentang potensi gangguan rantai pasokan dari salah satu operasi pertambangan terbesar di Indonesia. Aktivitas Freeport sangat krusial tidak hanya bagi ekonomi lokal tapi juga kinerja ekspor Indonesia secara keseluruhan. Penolakan adanya penahanan ekspor kemungkinan akan menstabilkan persepsi pasar mengenai operasional sektor pertambangan dan lingkungan regulasi di Indonesia.
Export Permit Clarification
Economic Growth Impact