Key insights and market outlook
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meluncurkan program 'Sahabat Tunasi' untuk mendorong literasi digital seimbang di kalangan anak. Inisiatif ini mendorong anak-anak untuk tidak hanya mahir menggunakan gawai, tetapi juga aktif dalam aktivitas dunia nyata serta memiliki kesadaran keamanan digital. Program ini merupakan bagian dari upaya Kemkomdigi menciptakan ruang digital yang aman dan ramah anak melalui berbagai kegiatan edukasi.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah meluncurkan program 'Sahabat Tunasi', sebuah inisiatif komprehensif yang dirancang untuk mendorong literasi digital seimbang di kalangan anak. Program ini tidak hanya fokus pada kemampuan teknis dalam menggunakan perangkat digital, tetapi juga menekankan pentingnya keterlibatan dalam dunia nyata dan kesadaran keamanan digital.
Program ini diimplementasikan di Pondok Pesantren Assalafiyyah di Mlangi, Yogyakarta, di mana anak-anak terlibat dalam permainan tradisional dan sesi mendongeng wayang. Aktivitas ini menunjukkan pendekatan Kementerian dalam menyeimbangkan kemampuan digital dengan kegiatan budaya dan fisik. Inisiatif ini dipimpin oleh Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) di bawah Kemkomdigi.
Fifi Aleyda Yahya, Direktur Jenderal KPM Kemkomdigi, menekankan bahwa literasi digital untuk anak mencakup lebih dari sekadar keterampilan teknis. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan generasi yang dapat menavigasi dunia digital dengan bertanggung jawab sambil tetap menjaga koneksi kuat dengan dunia fisik. Pendekatan ini sangat penting dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan ramah anak di Indonesia.
Digital Literacy Program Launch