Pertumbuhan Uang Primer Indonesia Melambat saat Likuiditas Tetap Melimpah
Dinamika Uang Primer pada Oktober 2025
Pertumbuhan uang primer (M0 adjusted) Indonesia melambat menjadi 14,44% year-on-year pada Oktober 2025, mencapai Rp2.117,6 triliun 1. Ini merupakan perlambatan dari pertumbuhan 18,6% yang tercatat pada September 2025 ketika uang primer mencapai Rp2.152,4 triliun 1. Penurunan tingkat pertumbuhan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk normalisasi simpanan giro bank umum di Bank Indonesia yang tumbuh lebih lambat pada 10,49% year-on-year dibandingkan dengan 28% year-on-year pada September 2025 2.
Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Uang Primer
Perlambatan pertumbuhan uang primer dapat diatribusikan pada beberapa faktor utama:
- Simpanan Bank Umum: Pertumbuhan simpanan bank umum di BI melambat signifikan menjadi 10,49% year-on-year pada Oktober 2025 dari 28% year-on-year pada September 2025 2.
- Aktiva Luar Negeri Bersih (NFA): Pertumbuhan NFA melambat menjadi 8,91% year-on-year pada Oktober 2025, turun dari 13,35% year-on-year pada September 2025. Hal ini dipengaruhi oleh moderasi aliran masuk devisa dan penyesuaian cadangan devisa akibat volatilitas global 1.
- Pengendalian Moneter yang Disesuaikan: Komponen pengendalian moneter yang disesuaikan menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 17,65% year-on-year, mencerminkan operasi likuiditas ekspansif oleh BI untuk menjaga stabilitas pasar keuangan 1.
Implikasi Ekonomi dan Prospek Masa Depan
Meskipun terjadi moderasi dalam pertumbuhan uang primer, ekonom tetap optimis tentang kondisi likuiditas hingga akhir tahun. Andry Asmoro, Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, mencatat bahwa likuiditas diperkirakan akan tetap melimpah, didukung oleh kelebihan likuiditas korporasi dan belanja pemerintah 1.
Kondisi likuiditas yang melimpah kemungkinan akan memiliki beberapa efek positif pada perekonomian:
- Biaya Dana yang Lebih Rendah: Potensi penurunan biaya dana perbankan
- Pertumbuhan Kredit: Akselerasi penyaluran kredit di sisa tahun 2025
- Dukungan Ekonomi: Dukungan lanjutan untuk pemulihan ekonomi domestik
Pertimbangan Kebijakan Bank Indonesia
BI diperkirakan akan mempertahankan strategi likuiditas adaptif sambil menghadapi ketidakpastian global. Bank sentral kemungkinan akan menyeimbangkan antara menjaga likuiditas dan memastikan stabilitas nilai tukar. Langkah-langkah tambahan, seperti insentif likuiditas makroprudensial (KLM) hingga 0,5% bagi bank yang menurunkan suku bunga kredit efektif 1 Desember 2025, diperkirakan akan mempengaruhi giro wajib minimum 1.
Sumber
- [Bisnis.com - Pertumbuhan Uang Primer Oktober 2025 Melambat](
- [Bisnis.com - Ini Alasan Uang Primer Tumbuh Melambat pada Oktober 2025](