Key insights and market outlook
Ekspor sepeda motor Indonesia pada 2025 mengalami penurunan 4,95% secara tahunan, menjadi 544.133 unit. Penurunan ini berarti 28.373 unit lebih rendah dari capaian 2024 yang mencapai 572.506 unit. Meski menurun, angka 2025 masih relatif dekat dengan capaian 2023 yang tercatat 570.004 unit. Angka ekspor ini masih jauh dari puncak sebelum 2022 ketika Indonesia mampu mengekspor lebih dari 700.000 unit per tahun.
Ekspor sepeda motor Indonesia dalam kondisi completely built up (CBU) mencapai total 544.133 unit pada 2025, menunjukkan penurunan 4,95% dibandingkan dengan 572.506 unit yang diekspor pada 2024. Penurunan ini berarti 28.373 unit lebih rendah secara tahunan. Angka ekspor 2025, meski lebih rendah dari tahun sebelumnya, masih relatif dekat dengan 570.004 unit yang tercatat pada 2023.
Level ekspor saat ini masih jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelum 2022 ketika ekspor sepeda motor Indonesia secara konsisten melebihi 700.000 unit per tahun. Puncak historis ini menunjukkan bahwa meskipun angka 2025 menunjukkan stabilitas tertentu dibandingkan dua tahun sebelumnya, industri ini masih beroperasi di bawah kapasitas historisnya. Penurunan di 2025 melanjutkan tren fluktuasi kinerja ekspor sepeda motor Indonesia.
Industri sepeda motor merupakan kontributor signifikan bagi sektor manufaktur dan pendapatan ekspor Indonesia. Penurunan ekspor dapat disebabkan oleh berbagai faktor termasuk kondisi pasar global, kompetisi, dan potensi perubahan pola permintaan. Kemampuan industri untuk kembali ke level ekspor pra-2022 kemungkinan akan bergantung pada faktor-faktor seperti kondisi ekonomi global, kebijakan perdagangan, dan posisi kompetitif industri.
Motorcycle Export Decline
Export Performance Fluctuation