Key insights and market outlook
Perusahaan multifinance di Indonesia mengalami lonjakan permintaan pembiayaan dana tunai menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025. Para ahli mengaitkan peningkatan musiman ini dengan kebutuhan masyarakat akan dana selama periode Nataru. Pertumbuhan pinjaman tunai diperkirakan berlanjut hingga 2026, dengan perusahaan seperti CIMB Niaga Auto Finance dan Adira Finance melaporkan angka signifikan. Pengamat industri menekankan pentingnya menjaga kualitas kredit dan menerapkan strategi mitigasi risiko.
Industri multifinance di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam permintaan pembiayaan dana tunai saat mendekati musim liburan akhir tahun 2025. Para ahli industri mengaitkan lonjakan ini dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan dana selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), mencatat bahwa tren peningkatan pembiayaan dana tunai pada akhir tahun bersifat musiman, didorong oleh kebutuhan konsumen untuk perjalanan dan biaya awal tahun seperti renovasi rumah atau uang muka kendaraan.
Tren ini diperkirakan berlanjut hingga 2026, dengan pelaku industri melaporkan angka pembiayaan dana tunai yang signifikan. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat Rp1,05 triliun dalam pembiayaan dana tunai pada November 2025, berkontribusi 9% terhadap total portofolio sebesar Rp11,25 triliun. Sementara itu, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance melihat pembiayaan dana tunainya (Solusi Dana) meningkat sekitar 37% menjadi Rp11,3 triliun hingga November 2025, mewakili 29% dari total portofolio.
Sementara prospek pembiayaan dana tunai tetap positif, pengamat industri mengingatkan perusahaan multifinance untuk tetap waspada dalam praktik pemberian pinjaman. Bhima Yudhistira menekankan pentingnya menjaga kualitas kredit daripada hanya fokus pada angka penyaluran pinjaman. Ia menyarankan agar perusahaan lebih selektif dalam memilih debitur berdasarkan riwayat kredit atau rekam jejak.
Untuk mengelola risiko, Bhima merekomendasikan penerapan langkah-langkah seperti memeriksa lokasi debitur untuk menghindari area dengan tingkat gagal bayar tinggi dan menggunakan teknologi seperti penilaian kredit psikometrik untuk memastikan pinjaman diberikan kepada debitur yang bertanggung jawab. Suwandi Wiratno, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), menyoroti bahwa pembiayaan dana tunai didorong oleh berbagai kebutuhan debitur, termasuk modal kerja dan pendanaan darurat, yang sulit diprediksi.
Pertumbuhan pembiayaan dana tunai sektor multifinance menghadirkan peluang dan tantangan. Seiring industri terus berkembang, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan manajemen risiko akan sangat penting untuk pembangunan yang berkelanjutan.
Cash Financing Surge
Year-End Loan Demand Increase