Indonesia's Multifinance Cash Financing Surges Ahead of Year-End Holidays
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 16
Sources1 verified

Pembiayaan Dana Tunai Leasing Indonesia Meningkat Jelang Libur Tahun Baru

Tim Editorial AnalisaHub·16 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Perusahaan multifinance di Indonesia mengalami lonjakan permintaan pembiayaan dana tunai menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025. Para ahli mengaitkan peningkatan musiman ini dengan kebutuhan masyarakat akan dana selama periode Nataru. Pertumbuhan pinjaman tunai diperkirakan berlanjut hingga 2026, dengan perusahaan seperti CIMB Niaga Auto Finance dan Adira Finance melaporkan angka signifikan. Pengamat industri menekankan pentingnya menjaga kualitas kredit dan menerapkan strategi mitigasi risiko.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Sektor Multifinance Indonesia Mengalami Lonjakan Pembiayaan Dana Tunai Jelang Libur Tahun Baru

Permintaan Musiman Mendorong Pertumbuhan Pinjaman Tunai

Industri multifinance di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam permintaan pembiayaan dana tunai saat mendekati musim liburan akhir tahun 2025. Para ahli industri mengaitkan lonjakan ini dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan dana selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), mencatat bahwa tren peningkatan pembiayaan dana tunai pada akhir tahun bersifat musiman, didorong oleh kebutuhan konsumen untuk perjalanan dan biaya awal tahun seperti renovasi rumah atau uang muka kendaraan.

Kinerja dan Proyeksi Industri

Tren ini diperkirakan berlanjut hingga 2026, dengan pelaku industri melaporkan angka pembiayaan dana tunai yang signifikan. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat Rp1,05 triliun dalam pembiayaan dana tunai pada November 2025, berkontribusi 9% terhadap total portofolio sebesar Rp11,25 triliun. Sementara itu, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance melihat pembiayaan dana tunainya (Solusi Dana) meningkat sekitar 37% menjadi Rp11,3 triliun hingga November 2025, mewakili 29% dari total portofolio.

Menjaga Kualitas Kredit di Tengah Pertumbuhan

Sementara prospek pembiayaan dana tunai tetap positif, pengamat industri mengingatkan perusahaan multifinance untuk tetap waspada dalam praktik pemberian pinjaman. Bhima Yudhistira menekankan pentingnya menjaga kualitas kredit daripada hanya fokus pada angka penyaluran pinjaman. Ia menyarankan agar perusahaan lebih selektif dalam memilih debitur berdasarkan riwayat kredit atau rekam jejak.

Strategi Mitigasi Risiko

Untuk mengelola risiko, Bhima merekomendasikan penerapan langkah-langkah seperti memeriksa lokasi debitur untuk menghindari area dengan tingkat gagal bayar tinggi dan menggunakan teknologi seperti penilaian kredit psikometrik untuk memastikan pinjaman diberikan kepada debitur yang bertanggung jawab. Suwandi Wiratno, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), menyoroti bahwa pembiayaan dana tunai didorong oleh berbagai kebutuhan debitur, termasuk modal kerja dan pendanaan darurat, yang sulit diprediksi.

Kesimpulan

Pertumbuhan pembiayaan dana tunai sektor multifinance menghadirkan peluang dan tantangan. Seiring industri terus berkembang, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan manajemen risiko akan sangat penting untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
13 min
Sources
1 verified
Related Stocks
CNAFADMF

Topics Covered

Multifinance GrowthCash Financing TrendsCredit Risk Management

Key Events

1

Cash Financing Surge

2

Year-End Loan Demand Increase

Timeline from 1 verified sources