Key insights and market outlook
Setelah serangan siber baru-baru ini pada PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN), para ahli industri mendesak perusahaan multifinance untuk memperkuat langkah-langkah keamanan siber. Rekomendasi utama termasuk penilaian kerentanan rutin, autentikasi multi-faktor, dan pemantauan ancaman real-time. Para ahli menekankan bahwa 80% serangan berasal dari kesalahan manusia, menyoroti perlunya pelatihan wajib karyawan tentang phishing dan ancaman siber lainnya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan memainkan peran penting dalam membimbing peningkatan keamanan siber industri.
Serangan siber baru-baru ini pada PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN) telah meningkatkan kekhawatiran tentang kesiapan keamanan siber perusahaan multifinance di Indonesia. Insiden ini menggarisbawahi perlunya langkah-langkah keamanan yang kuat untuk melindungi data pelanggan sensitif dan menjaga integritas operasional.
Para ahli industri, termasuk Heru Sutadi, Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute, telah memberikan beberapa rekomendasi kunci untuk meningkatkan keamanan siber:
OJK diharapkan memainkan peran penting dalam membimbing upaya keamanan siber sektor multifinance. Dengan memanfaatkan akses mereka ke data ancaman nasional, regulator dapat memfasilitasi berbagi praktik terbaik dan simulasi ancaman kolaboratif, sehingga meningkatkan ketahanan industri secara keseluruhan terhadap ancaman siber.
Serangan siber terbaru pada CFIN berfungsi sebagai peringatan bagi perusahaan multifinance di Indonesia untuk memprioritaskan keamanan siber. Dengan mengadopsi langkah-langkah keamanan yang kuat dan menumbuhkan kolaborasi dengan regulator dan rekan industri, perusahaan-perusahaan ini dapat lebih melindungi diri terhadap lanskap ancaman siber yang terus berkembang.
Cyberattack on CFIN
Cybersecurity Enhancement Measures