Key insights and market outlook
Industri multifinance Indonesia mencatat laba Rp16,14 triliun pada September 2025, menunjukkan pertumbuhan 10,54% month-to-month. Perbaikan ini lebih disebabkan oleh kualitas kredit yang membaik dan efisiensi internal, bukan karena pemulihan ekonomi. Pemain industri telah memperketat persyaratan kredit dan mengalihkan fokus ke pinjaman tunai dan modal kerja.
Industri multifinance Indonesia mencatat laba signifikan sebesar Rp16,14 triliun hingga September 2025, dengan pertumbuhan 10,54% month-to-month. Pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh kualitas kredit yang membaik dan langkah-langkah efisiensi internal yang lebih baik yang dilakukan oleh perusahaan multifinance.
Pemain industri telah berhasil menjaga rasio pembiayaan bermasalah (NPF) tetap rendah melalui penilaian kredit yang lebih ketat dan praktik pemberian pinjaman yang lebih prudent. Perbaikan NPF ini telah mengurangi kebutuhan pencadangan, sehingga berdampak positif pada profitabilitas.
Banyak perusahaan multifinance yang mengalihkan fokus dari pembiayaan kendaraan ke pinjaman tunai dan pembiayaan modal kerja. Langkah strategis ini merupakan respons terhadap kondisi pasar otomotif yang saat ini masih lesu. Dengan diversifikasi produk, perusahaan-perusahaan ini bertujuan mempertahankan momentum pertumbuhan.
Pemain besar industri menunjukkan kinerja yang bervariasi. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) melaporkan perbaikan kinerja kuartalan secara berurutan meskipun laba tahunan menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. CFO Adira Finance, Sylvanus Gani, menekankan bahwa perusahaan telah fokus pada efisiensi operasional dan peningkatan kualitas portofolio.
Sementara itu, PT Astra Sedaya Finance (Astra Credit Companies/ACC) mencatat pertumbuhan laba 4% year-on-year, didorong oleh perbaikan kinerja portofolio dan manajemen risiko yang prudent. ACC tetap optimis untuk mempertahankan pertumbuhan positif hingga akhir 2025.
Walaupun pertumbuhan laba merupakan tanda positif, praktisi industri mengingatkan bahwa hal ini tidak boleh langsung diartikan sebagai indikator pemulihan ekonomi. Perbaikan lebih banyak disebabkan oleh langkah-langkah internal perusahaan multifinance daripada peningkatan belanja konsumen. Fokus berkelanjutan pada kualitas kredit, efisiensi operasional, dan digitalisasi akan sangat penting untuk mempertahankan profitabilitas di tengah lingkungan pasar yang menantang.
Multifinance Profit Growth
Credit Quality Improvement
Business Model Shift