Indonesia's Multifinance Industry Posts Rp16.14 Trillion Profit Amidst Sluggish Vehicle Sales
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Industri Multifinance RI Catat Laba Rp16,14 Triliun di Tengah Penjualan Kendaraan Lesu

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Industri multifinance Indonesia mencatat laba Rp16,14 triliun pada September 2025, menunjukkan pertumbuhan 10,54% month-to-month. Perbaikan ini lebih disebabkan oleh kualitas kredit yang membaik dan efisiensi internal, bukan karena pemulihan ekonomi. Pemain industri telah memperketat persyaratan kredit dan mengalihkan fokus ke pinjaman tunai dan modal kerja.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Sektor Multifinance RI Tumbuh di Tengah Pasar yang Menantang

Laba Industri Mencapai Rp16,14 Triliun

Industri multifinance Indonesia mencatat laba signifikan sebesar Rp16,14 triliun hingga September 2025, dengan pertumbuhan 10,54% month-to-month. Pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh kualitas kredit yang membaik dan langkah-langkah efisiensi internal yang lebih baik yang dilakukan oleh perusahaan multifinance.

Perbaikan Kualitas Kredit Mendongkrak Profitabilitas

Pemain industri telah berhasil menjaga rasio pembiayaan bermasalah (NPF) tetap rendah melalui penilaian kredit yang lebih ketat dan praktik pemberian pinjaman yang lebih prudent. Perbaikan NPF ini telah mengurangi kebutuhan pencadangan, sehingga berdampak positif pada profitabilitas.

Pergeseran Fokus Bisnis

Banyak perusahaan multifinance yang mengalihkan fokus dari pembiayaan kendaraan ke pinjaman tunai dan pembiayaan modal kerja. Langkah strategis ini merupakan respons terhadap kondisi pasar otomotif yang saat ini masih lesu. Dengan diversifikasi produk, perusahaan-perusahaan ini bertujuan mempertahankan momentum pertumbuhan.

Kinerja Perusahaan

Pemain besar industri menunjukkan kinerja yang bervariasi. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) melaporkan perbaikan kinerja kuartalan secara berurutan meskipun laba tahunan menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. CFO Adira Finance, Sylvanus Gani, menekankan bahwa perusahaan telah fokus pada efisiensi operasional dan peningkatan kualitas portofolio.

Sementara itu, PT Astra Sedaya Finance (Astra Credit Companies/ACC) mencatat pertumbuhan laba 4% year-on-year, didorong oleh perbaikan kinerja portofolio dan manajemen risiko yang prudent. ACC tetap optimis untuk mempertahankan pertumbuhan positif hingga akhir 2025.

Prospek

Walaupun pertumbuhan laba merupakan tanda positif, praktisi industri mengingatkan bahwa hal ini tidak boleh langsung diartikan sebagai indikator pemulihan ekonomi. Perbaikan lebih banyak disebabkan oleh langkah-langkah internal perusahaan multifinance daripada peningkatan belanja konsumen. Fokus berkelanjutan pada kualitas kredit, efisiensi operasional, dan digitalisasi akan sangat penting untuk mempertahankan profitabilitas di tengah lingkungan pasar yang menantang.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
12 min
Sources
1 verified
Related Stocks
ADMF

Topics Covered

Multifinance Industry PerformanceCredit Quality ImprovementFinancial ServicesAutomotive Financing

Key Events

1

Multifinance Profit Growth

2

Credit Quality Improvement

3

Business Model Shift

Timeline from 1 verified sources