Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia telah memperkenalkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) baru untuk tahun 2026, yang menawarkan suku bunga tetap 6% dan memungkinkan penarikan berulang tanpa batas untuk sektor produktif 1
Pemerintah Indonesia telah meluncurkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) baru untuk tahun 2026, yang mencakup beberapa perubahan signifikan untuk meningkatkan pembiayaan UMKM. Kebijakan baru ini mencakup suku bunga tetap 6% dan memungkinkan penarikan berulang tanpa batas untuk sektor produktif seperti pertanian dan perdagangan 1
Analis Institute for Development of Economics & Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman mengungkapkan kekhawatiran bahwa skema baru ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan kredit dan moral hazard jika tidak dikelola dengan baik 1
Kebijakan ini diperkirakan akan sangat menguntungkan sektor produktif seperti pertanian dan bisnis yang berorientasi ekspor. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, melaporkan bahwa penyaluran KUR telah mencapai Rp238 triliun pada November 2025, sekitar 83% dari target Rp286 triliun untuk tahun ini 1
Anggota DPR telah mendesak penyaluran KUR yang lebih terfokus. Andhika Satya Wasistho dari Komisi VII DPR menekankan perlunya pemantauan dan bimbingan yang tepat bagi penerima KUR, menyatakan bahwa bank BUMN tidak hanya mengejar target debitur baru tetapi harus memastikan bantuan yang jelas dan terukur bagi peminjam 2
Pemerintah optimis dengan potensi skema ini, dengan proyeksi meningkatkan alokasi KUR menjadi Rp320 triliun untuk tahun 2026 dan menargetkan penyaluran 65% ke sektor produktif, yang merupakan peningkatan 5% dari alokasi saat ini 1
New KUR Scheme Implementation
KUR Allocation Increase
UMKM Financing Expansion