Key insights and market outlook
Eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia menghadapi tantangan besar karena bank dalam negeri menolak membiayai proyek-proyek berisiko tinggi ini. Tingkat keberhasilan telah meningkat menjadi 30% dari sebelumnya 10%, namun pendanaan tetap menjadi hambatan utama. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menekankan bahwa 128 cekungan yang teridentifikasi masih belum tereksplorasi secara maksimal karena kendala fiskal, perizinan, dan pendanaan.
Eksplorasi minyak dan gas bumi di Indonesia terus menghadapi tantangan signifikan meskipun tingkat keberhasilan menemukan cadangan baru meningkat. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa tingkat keberhasilan telah meningkat menjadi 30% dari sebelumnya 10% 1
Djoko Siswanto menyoroti bahwa Indonesia memiliki 128 cekungan yang teridentifikasi, dengan 65 di antaranya masih belum tereksplorasi secara maksimal 2
Keraguan sektor perbankan untuk membiayai kegiatan eksplorasi berasal dari risiko tinggi yang terlibat. Djoko menekankan bahwa tidak ada bank lokal yang bersedia memberikan pendanaan untuk proyek eksplorasi karena risiko ini 1
Pemerintah telah berupaya meningkatkan iklim investasi untuk eksplorasi minyak dan gas. Djoko mencatat bahwa meskipun beberapa perbaikan telah dilakukan dalam mengatasi hambatan yang ada, masih banyak yang perlu dilakukan untuk menarik investasi dan memfasilitasi kegiatan eksplorasi.
Oil Exploration Funding Issues
Banking Sector Risk Aversion