Key insights and market outlook
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa target lifting minyak Indonesia terus tidak tercapai, menantang DPR untuk menunjukkan kapan terakhir kali target ini terpenuhi. APBN 2025 menargetkan 605 ribu barel per hari, namun data historis menunjukkan kekurangan signifikan. Bahlil menekankan perlunya fokus pada fakta daripada pernyataan kosong mengenai kemampuan produksi minyak nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyoroti bahwa target lifting minyak Indonesia terus tidak tercapai, mempertanyakan DPR tentang tahun terakhir target ini terpenuhi. Dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR, Bahlil menekankan pentingnya diskusi berbasis fakta daripada retorika kosong tentang kemampuan produksi minyak nasional.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 menetapkan target ambisius sebesar 605 ribu barel per hari untuk lifting minyak. Namun, data historis menunjukkan bahwa mencapai target ini akan sulit, melanjutkan tren kekurangan yang diamati pada tahun-tahun sebelumnya. Pernyataan Bahlil menggarisbawahi kesulitan berkelanjutan dalam mencapai target produksi minyak meskipun upaya kebijakan.
Tantangan Bahlil kepada anggota DPR untuk mengidentifikasi tahun terakhir Indonesia memenuhi target lifting minyak menyoroti sifat persisten dari masalah ini. Penekanan menteri pada diskusi berbasis fakta mencerminkan komitmen untuk mengatasi akar penyebab kekurangan ini daripada sekadar mengakuinya. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemeriksaan lebih dalam terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas produksi minyak Indonesia mungkin akan dilakukan.
Oil Production Target Discussion
Government Parliament Interaction