Indonesia's Online Lending Surges to Nearly Rp100 Trillion as OJK Monitors Growth
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 10
Sources1 verified

Pinjaman Online RI Tembus Rp100 Triliun, OJK Awasi Pertumbuhan

Tim Editorial AnalisaHub·10 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Industri fintech peer-to-peer (P2P) lending Indonesia tumbuh menjadi Rp94,85 triliun pada November 2025, menunjukkan peningkatan 25,45% year-on-year. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau pertumbuhan cepat ini di tengah kekhawatiran potensi risiko bagi konsumen. Kepala Eksekutif Pengawas OJK, Agusman, melaporkan bahwa outstanding pinjaman terus meningkat, dengan kenaikan signifikan dari Rp92,92 triliun pada Oktober 2025.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Pasar Pinjaman Fintech RI Capai Rp94,85 Triliun

Pertumbuhan Cepat Meningkatkan Kewaspadaan Regulator

Industri fintech peer-to-peer (P2P) lending Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan, mencapai Rp94,85 triliun dalam outstanding pinjaman pada November 2025. Ini merupakan peningkatan 25,45% year-on-year yang substansial, berdasarkan data yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pertumbuhan ini menunjukkan tren ekspansi berkelanjutan di ruang pinjaman digital, dengan OJK terus memantau perkembangan.

Analisis Pertumbuhan Bulanan

Outstanding pinjaman di sektor P2P lending menunjukkan peningkatan signifikan dari Rp92,92 triliun pada Oktober 2025 menjadi Rp94,85 triliun pada November 2025. Pertumbuhan bulan ke bulan ini menyoroti akselerasi pinjaman digital di Indonesia. Kepala Eksekutif Pengawas OJK, Agusman, menekankan bahwa ekspansi cepat ini memerlukan pengawasan hati-hati untuk memastikan perlindungan konsumen dan stabilitas keuangan.

Pengawasan Regulasi

OJK terus memainkan peran penting dalam mengawasi industri P2P lending yang tumbuh cepat. Dengan meningkatnya volume outstanding pinjaman, regulator fokus pada menjaga keseimbangan antara mendukung inovasi dan melindungi konsumen dari potensi risiko yang terkait dengan pinjaman digital. Pengawasan OJK mencakup penilaian kecukupan modal platform pinjaman dan kepatuhan mereka terhadap regulasi yang ada.

Implikasi Pasar

Lonjakan aktivitas P2P lending mencerminkan baik permintaan yang meningkat untuk opsi pembiayaan alternatif maupun penetrasi digital yang meningkat di Indonesia. Sementara pertumbuhan ini menghadirkan peluang untuk inklusi keuangan, juga menimbulkan kekhawatiran tentang potensi over-indebtedness di kalangan peminjam. Kewaspadaan OJK yang berkelanjutan sangat penting dalam menjaga ekosistem pinjaman fintech yang sehat dan berkelanjutan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Fintech GrowthP2P LendingFinancial Regulation

Key Events

1

P2P Lending Growth to Rp94.85 Trillion

2

OJK Regulatory Oversight

Timeline from 1 verified sources