Indonesia's Online Loan Debt Surges to IDR 90.99 Trillion as Consumer Spending Weakens
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedDec 6
Sources1 verified

Utang Pinjaman Online Indonesia Meroket Jadi Rp 90,99 Triliun seiring Melemahnya Belanja Konsumen

Tim Editorial AnalisaHub·6 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Utang pinjaman online (pinjol) di Indonesia telah melonjak menjadi Rp 90,99 triliun per September 2025, mencatatkan kenaikan 22,16% secara tahunan. Para ahli mengaitkan pertumbuhan ini dengan melemahnya daya beli konsumen dan biaya hidup yang meningkat, terutama di wilayah perkotaan. Kemudahan akses pinjaman online ditambah dengan edukasi keuangan yang terbatas memperburuk keadaan, menciptakan risiko signifikan bagi konsumen.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Utang Pinjaman Online Indonesia Melonjak di Tengah Tantangan Ekonomi

Pertumbuhan Pesat Pinjaman Online

Utang pinjaman online (pinjol) di Indonesia telah mencapai Rp 90,99 triliun per September 2025, mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 22,16% secara tahunan. Pertumbuhan pesat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi yang memengaruhi konsumen Indonesia.

Faktor Ekonomi yang Mendorong Pertumbuhan Utang

Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif CELIOS, mengidentifikasi melemahnya daya beli konsumen sebagai faktor utama. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga berada di bawah 5% pada kuartal III 2025, sementara terbatasnya penciptaan lapangan kerja formal dan biaya hidup perkotaan yang meningkat mendorong konsumen menuju pinjaman online. Kemudahan akses melalui proses sederhana seperti verifikasi selfie membuat pinjaman ini sangat menarik.

Risiko dan Tantangan

Meski praktis, pinjaman online membawa risiko signifikan termasuk beban bunga tinggi dan denda administratif untuk pembayaran terlambat. Edukasi keuangan yang terbatas di kalangan konsumen memperburuk risiko ini, karena peminjam sering mengabaikan konsekuensi jangka panjang utang berbunga tinggi.

Solusi yang Diusulkan

Untuk mengatasi tantangan ini, para ahli merekomendasikan pendekatan multi-aspek: meningkatkan daya beli konsumen melalui kenaikan upah minimum 8,5-10% dan perluasan program bantuan tunai ke kelompok desil kelima. Selain itu, meningkatkan literasi keuangan dan memberantas korupsi dipandang sebagai langkah krusial dalam mengurangi risiko pinjaman online.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
8 min
Sources
1 verified

Topics Covered

P2P LendingConsumer DebtFinancial Education

Key Events

1

P2P Lending Debt Surge

2

Consumer Debt Increase

Timeline from 1 verified sources