Indonesia's P2P Lending Debt Hits Rp90.99 Trillion, Raises Economic Concerns
Back
Back
7
Impact
8
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedDec 6
Sources1 verified

Utang Pinjol RI Capai Rp90,99 Triliun, Picu Kekhawatiran Ekonomi

Tim Editorial AnalisaHub·6 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Utang Pinjaman Online (Pinjol) di Indonesia telah melonjak menjadi Rp90,99 triliun, memicu kekhawatiran tentang stabilitas keuangan masyarakat. Para ahli memperingatkan bahwa tren ini menunjukkan masyarakat lebih menggunakan pinjaman untuk bertahan hidup daripada produktivitas ekonomi. Situasi ini dapat memperburuk ketimpangan pendapatan karena gaji sebagian besar digunakan untuk membayar cicilan dan bunga pinjaman.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Utang Pinjol RI Meningkat, Picu Kekhawatiran Ekonomi

Tingkat Utang yang Meningkat dan Dampak Ekonomi

Total utang di sektor Pinjaman Online (Pinjol) Indonesia telah mencapai Rp90,99 triliun, menandakan potensi tantangan ekonomi. Menurut Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif CELIOS, tren ini menunjukkan bahwa banyak orang Indonesia menggunakan Pinjol untuk bertahan hidup daripada produktivitas ekonomi. Situasi ini mengkhawatirkan karena menunjukkan bahwa masyarakat berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Tekanan Keuangan pada Rumah Tangga

Beban utang yang meningkat menyebabkan tekanan keuangan yang signifikan pada rumah tangga. Banyak individu menemukan bahwa gaji mereka habis untuk membayar cicilan dan bunga pinjaman, meninggalkan mereka dengan sedikit atau tanpa pendapatan tambahan. Ini menciptakan siklus setan di mana peminjam terpaksa mengambil pinjaman tambahan untuk melunasi utang yang ada, semakin memperburuk kondisi keuangan mereka.

Ketimpangan Ekonomi yang Meningkat

Ketergantungan pada Pinjol juga cenderung memperlebar kesenjangan ekonomi antara mereka yang mampu mengelola keuangan tanpa pinjaman semacam itu dan mereka yang tidak. Bhima Yudhistira menekankan bahwa sementara masyarakat rentan terjebak dalam siklus utang, orang kaya berinvestasi pada aset seperti batangan emas, semakin memperlebar disparitas ekonomi.

Wawasan Ahli

Bhima Yudhistira menekankan bahwa indikator ekonomi saat ini menunjukkan 'badai sempurna' di mana masyarakat rentan ekonomi semakin tergantung pada Pinjol, sementara orang kaya terus mengakumulasi aset. Situasi ini menggarisbawahi perlunya pemantauan yang cermat dan potensi intervensi regulasi untuk mencegah destabilisasi ekonomi lebih lanjut.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
9 min
Sources
1 verified

Topics Covered

P2P LendingFinancial StabilityEconomic Inequality

Key Events

1

P2P Lending Debt Surge

2

Financial Stability Concerns

Timeline from 1 verified sources