Indonesia's P2P Lending Industry Shows Resilience Amidst Market Consolidation
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedJan 10
Sources1 verified

Industri Pinjaman Online Indonesia Tunjukkan Ketahanan di Tengah Konsolidasi Pasar

Tim Editorial AnalisaHub·10 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Meskipun beberapa platform pinjaman online keluar dari pasar, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) tetap optimis terhadap prospek industri. Hingga November 2025, outstanding pinjaman online tumbuh 25,45% YoY menjadi Rp94,85 triliun. Pelaku industri diharapkan fokus pada penguatan manajemen risiko dan diversifikasi produk untuk tetap kompetitif.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Industri Pinjaman Online Indonesia Tetap Optimis di Tengah Konsolidasi Pasar

Pertumbuhan Industri Terus Berlanjut Meski Ada Platform yang Keluar

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) tetap optimis terhadap prospek industri pinjaman online meskipun beberapa platform keluar dari pasar sejak Desember 2023. Hingga November 2025, industri ini mencatat Rp94,85 triliun outstanding pinjaman, mewakili pertumbuhan 25,45% year-on-year. Trajektori pertumbuhan positif ini menunjukkan ketahanan industri di tengah konsolidasi.

Alasan di Balik Keluarnya Platform

Ketua AFPI Entjik S. Djafar menjelaskan bahwa keluarnya platform merupakan proses seleksi alam, terutama untuk industri yang relatif baru. Beberapa perusahaan mengembalikan izinnya secara sukarela, sementara yang lain dicabut izinnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Alasan keluarnya bervariasi, termasuk keinginan untuk fokus pada bisnis inti, memiliki lini bisnis keuangan yang serupa, atau masalah dengan pinjaman bermasalah (NPL).

Jalan ke Depan bagi Pelaku Industri yang Bertahan

Untuk tetap kompetitif, pelaku industri disarankan untuk fokus pada penguatan manajemen risiko melalui SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) OJK dan diversifikasi produk untuk memasukkan opsi pembiayaan produktif. Heru Sutadi, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, menekankan pentingnya credit scoring yang ketat, monitoring rutin, dan kolaborasi dengan perusahaan asuransi untuk menjaga portofolio pinjaman yang sehat.

Kepatuhan Regulasi dan Pembersihan Industri

Keluarnya beberapa platform terbaru dipandang sebagai bagian dari proses pembersihan industri. Heru Sutadi mencatat bahwa banyak platform yang keluar gagal memenuhi persyaratan ekuitas minimum Rp12,5 miliar, menyoroti perlunya profesionalisme yang lebih tinggi dalam industri. Langkah-langkah regulasi OJK diharapkan menghasilkan ekosistem pinjaman online yang lebih berkelanjutan dan kuat di Indonesia.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
6 days ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

P2P Lending IndustryFintech ConsolidationFinancial Regulation

Key Events

1

P2P Lending Growth

2

Platform Exits

3

Regulatory Compliance

Timeline from 1 verified sources