Indonesia's Pawnbroking Industry Sees Rp93 Trillion in Loans, Gold Dominates
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 5
Sources1 verified

Industri Gadai Indonesia Mencapai Pinjaman Rp93 Triliun, Emas Mendominasi

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Per September 2025, industri pergadaian Indonesia telah menyalurkan pinjaman Rp93 triliun, dengan jaminan emas mendominasi 83,28% dari total pembiayaan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan peningkatan 35,41% year-on-year dalam pinjaman gadai, didorong oleh kenaikan harga emas. Total pembiayaan industri mencapai Rp111,68 triliun, tumbuh 30,92% YoY. OJK menekankan pengawasan berbasis risiko dan berencana meningkatkan sistem pelaporan digital untuk memperbaiki pengawasan.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Industri Gadai Indonesia Mencapai Rp111,68 Triliun dalam Pembiayaan

Pertumbuhan Pembiayaan Gadai yang Didominasi Emas

Per September 2025, industri pergadaian di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan, dengan total pinjaman yang disalurkan mencapai Rp93 triliun, mewakili 83,28% dari total pembiayaan industri. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa angka ini menandai peningkatan 35,41% year-on-year dalam pinjaman gadai. Lonjakan ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga emas, yang mendorong masyarakat untuk menggadaikan aset emas mereka guna memperoleh pinjaman.

Kinerja Industri dan Pengawasan Regulasi

Total pembiayaan di industri pergadaian mencapai Rp111,68 triliun pada September 2025, mencerminkan pertumbuhan 30,92% year-on-year yang kuat. Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan di OJK, menyoroti bahwa meskipun terjadi pertumbuhan pesat, risiko kredit industri tetap terkendali. Regulator saat ini berfokus pada peningkatan kemampuan pengawasan digital melalui pengembangan sistem pelaporan digital yang terstandarisasi. Inisiatif ini merupakan bagian dari Roadmap Industri Pergadaian OJK 2025-2030, yang bertujuan memperkuat pengawasan berbasis risiko.

Fokus Regulasi pada Inovasi Layanan dan Manajemen Risiko

OJK mengarahkan industri untuk meningkatkan efisiensi layanan dan inovasi, bukan terlibat dalam persaingan suku bunga. Agusman menekankan bahwa nasabah lebih memprioritaskan kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh pembiayaan daripada suku bunga. Untuk mengatasi potensi risiko, OJK memperkuat pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan aset jaminan sambil memastikan perusahaan gadai mematuhi prinsip tata kelola yang baik dan perlindungan konsumen. Regulator bekerja sama dengan pelaku industri untuk mengembangkan sistem yang kuat dalam mengelola aset jaminan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Pawnbroking Industry GrowthGold Collateral LoansFinancial Regulation

Key Events

1

Pawnbroking Loan Growth

2

Regulatory Enhancement for Digital Reporting

Timeline from 1 verified sources