Key insights and market outlook
Industri farmasi Indonesia mengkhawatirkan potensi kekurangan obat di 2025 akibat rencana penghentian impor garam. Sektor ini masih 100% bergantung pada impor garam farmasi dengan kebutuhan tahunan mencapai 5.200 ton. Produsen lokal saat ini belum mampu memenuhi permintaan ini dengan kapasitas produksi hanya 120-360 ton per tahun 1
Industri farmasi Indonesia mengkhawatirkan potensi konsekuensi dari penghentian impor garam pada 2025. Sektor ini masih 100% bergantung pada impor garam farmasi dengan kebutuhan tahunan mencapai 5.200 ton 1
Menurut Elfiano Rizaldi, Direktur Eksekutif GP Farmasi Indonesia, produsen lokal masih belum mampu memenuhi kebutuhan industri. Kapasitas produksi garam farmasi lokal saat ini hanya berkisar antara 120-360 ton per tahun, jauh di bawah kebutuhan industri 2
Kekurangan garam farmasi akan berdampak pada produksi obat-obatan kritis, terutama cairan infus seperti NaCl 0,9% dalam berbagai ukuran dan Ringer Laktat, yang sangat penting dalam perawatan medis 1
Pemangku kepentingan industri mendesak pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan potensi konsekuensi dari penghentian impor garam. Dampak langsung akan dirasakan dalam produksi obat-obatan esensial, berpotensi menyebabkan kekurangan obat dan mengganggu layanan kesehatan. Industri meminta pendekatan yang seimbang antara pengembangan kapasitas produksi garam lokal dan keberlanjutan produksi farmasi 1
Potential Drug Shortages
Salt Import Policy Change
Pharmaceutical Production Impact