Key insights and market outlook
Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa indeks mobilitas sosial Indonesia berada di peringkat 67 dunia, lebih rendah dari negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan Filipina. Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menyatakan bahwa memiliki pekerjaan saja tidak cukup bagi orang miskin untuk naik kelas, karena sebagian besar pekerjaan informal tidak memberikan kesejahteraan yang cukup. Mobilitas sosial yang rendah menunjukkan bahwa kerja keras saja tidak menjamin peningkatan status sosial.
Indonesia berjuang dengan mobilitas sosial yang rendah, menempati peringkat 67 dunia, menurut penelitian terbaru. Peringkat ini lebih rendah dari negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan Filipina. Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif CELIOS, menyoroti bahwa indeks mobilitas sosial mengukur bagaimana individu atau kelompok dapat mengubah status sosial mereka dibandingkan dengan orang tua mereka.
Studi ini mengungkapkan bahwa memiliki pekerjaan saja tidak cukup bagi orang miskin untuk naik kelas. Sebagian besar pekerjaan yang dipegang oleh orang miskin bersifat informal dan tidak memiliki kesejahteraan yang dibutuhkan untuk meningkatkan status sosial mereka. Bhima menekankan bahwa kerja keras saja tidak menjamin peningkatan status sosial, karena struktur ekonomi saat ini tidak mendukung mobilitas ke atas.
Isu ketimpangan ekonomi tetap menjadi masalah signifikan di Indonesia, dengan orang kaya yang semakin kaya dan orang miskin yang tetap miskin. Indeks mobilitas sosial yang rendah menunjukkan bahwa orang miskin menghadapi hambatan besar untuk memperbaiki situasi ekonomi mereka.
Social Mobility Study Release