Key insights and market outlook
Utang Luar Negeri (ULN) swasta Indonesia menurun menjadi US$190,7 miliar pada Oktober 2025, mengalami kontraksi 1,9% secara tahunan 1
Utang Luar Negeri (ULN) swasta Indonesia menunjukkan penurunan berturut-turut dalam beberapa bulan terakhir, mencapai US$190,7 miliar pada Oktober 2025, yang merupakan penurunan 1,9% secara tahunan 1
Ekonom memiliki pandangan berbeda dalam menafsirkan tren ini. David Sumual, Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), menyatakan bahwa penurunan ini erat kaitannya dengan harga komoditas global yang menurun. Korporasi, terutama yang bergerak di sektor komoditas, mengadopsi pendekatan wait-and-see, mengurangi pinjaman luar negeri sambil menunggu kondisi pasar yang lebih menguntungkan 1
Josua Pardede, Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. (BNLI), menawarkan perspektif yang lebih luas, menyatakan bahwa kontraksi ULN swasta tidak selalu berarti penghentian total ekspansi bisnis. Perusahaan mungkin sedang merasionalisasi biaya mereka dengan menghindari risiko nilai tukar dan suku bunga tinggi yang terkait dengan pinjaman valuta asing. Hal ini dapat melibatkan pergeseran ke pinjaman rupiah atau menggunakan cadangan kas internal yang membaik untuk melunasi utang yang ada 1
Penurunan ULN swasta menimbulkan pertanyaan penting tentang dampaknya terhadap pertumbuhan investasi di masa depan. Jika harga komoditas tetap tertekan, pendekatan hati-hati yang diambil oleh korporasi dapat memiliki implikasi sistemik terhadap aktivitas investasi di bulan-bulan mendatang. Pemantauan indikator ekonomi lain seperti impor barang modal dan permintaan kredit investasi akan sangat penting dalam menentukan apakah pelaku usaha hanya melakukan diversifikasi sumber pendanaan atau benar-benar mengurangi operasinya secara signifikan 1
Penurunan ULN Swasta
Pertumbuhan ULN Pemerintah
Perubahan Struktur Pembiayaan Korporasi