Key insights and market outlook
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meneken kontrak Rp 1,23 triliun untuk pembangunan 152 pusat gizi (SPPG) di berbagai lokasi. Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan layanan gizi. Pembangunan akan dilaksanakan dalam tiga paket oleh BUMN seperti PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya.
Kementerian Pekerjaan Umum Indonesia telah menandatangani kontrak infrastruktur senilai Rp 1,23 triliun untuk membangun 152 pusat gizi sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan layanan gizi di seluruh negeri melalui pembangunan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Proyek konstruksi akan dibagi menjadi tiga paket kontrak terpisah. Paket pertama senilai Rp 639,23 miliar diberikan kepada PT Hutama Karya (Persero), dengan PT Tata Karya Konsultas sebagai konsultan supervisi senilai Rp 7,31 miliar. Paket kedua senilai Rp 581,23 miliar dikontrakkan kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk, sementara PT Ciriajasa Cipta Mandiri akan menyediakan jasa supervisi senilai Rp 6,31 miliar.
152 fasilitas SPPG akan tersebar di berbagai provinsi. Paket pertama akan fokus pada lokasi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Paket kedua mencakup lokasi di Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.
Proyek ini merupakan hasil koordinasi antara Kementerian PU dan lembaga pemerintah lainnya. Rencana awal mencakup 264 lokasi, namun disesuaikan menjadi 222 fasilitas di 29 provinsi karena berbagai faktor kesiapan, termasuk status kepemilikan lahan. Kementerian bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengatasi tantangan dan memastikan implementasi proyek yang sukses.
Rp 1.23 Trillion Contract Signing
Infrastructure Project Award
Government Nutrition Initiative