Key insights and market outlook
Menteri Pekerjaan Umum Indonesia, Dody Hanggodo, mengumumkan bahwa program pelatihan konstruksi untuk santri akan terus berlanjut setiap tahun. Program ini, yang dimulai setelah insiden tragis di sebuah pesantren, bertujuan untuk membekali santri dengan pengetahuan konstruksi dasar. Pada tahun 2025, 2.500 peserta dari sembilan provinsi akan menerima pelatihan dengan anggaran Rp 7,5 miliar.
Menteri Pekerjaan Umum Indonesia, Dody Hanggodo, telah mengkonfirmasi bahwa kementerian akan terus melanjutkan program pelatihan konstruksi untuk santri setiap tahun. Inisiatif ini, yang diluncurkan sebagai respons terhadap insiden tragis di sebuah pesantren, bertujuan untuk memberikan pelatihan konstruksi dasar kepada santri di seluruh Indonesia.
Pada tahun anggaran 2025, kementerian telah mengalokasikan Rp 7,5 miliar untuk melatih 2.500 santri dari sembilan provinsi. Program ini dirancang untuk fleksibel, dengan jumlah peserta aktual yang bergantung pada minat. Dody Hanggodo menekankan bahwa partisipasi tidak bersifat wajib, melainkan ditujukan bagi mereka yang ingin memperoleh keterampilan konstruksi dasar.
Program pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo untuk memperluas akses pelatihan konstruksi dasar bagi santri. Inisiatif ini mendapatkan momentum setelah runtuhnya bangunan Pesantren Al-Khoziny pada 29 September 2025. Kementerian menekankan bahwa program ini tidak dimaksudkan untuk mengubah santri menjadi pekerja konstruksi, melainkan untuk membekali mereka dengan pengetahuan dasar di bidang tersebut.
Meskipun program ini direncanakan untuk terus berlanjut setiap tahun, skalanya akan bergantung pada minat peserta. Menteri PU menunjukkan bahwa kementerian berkomitmen untuk mempertahankan inisiatif ini, sesuai dengan permintaan. Pendekatan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan keterampilan santri sambil memastikan keberlanjutan dan relevansi program.
Construction Training Program Launch
Budget Allocation for Santri Training