Key insights and market outlook
Pemerintah daerah di Indonesia mengalami kesulitan dengan realisasi anggaran yang rendah, dengan hanya 70,81% dari Rp 1.414,88 triliun APBD terealisasi hingga 20 Desember 2025. Para ahli mengaitkan hal ini dengan masalah struktural pengelolaan fiskal bukan sekadar masalah teknis akhir tahun. Kementerian Keuangan melaporkan bahwa meskipun pendapatan daerah telah mencapai 82,93% dari target, pengeluaran tetap lambat, terutama untuk belanja modal dan barang/jasa.
Pemerintah daerah di Indonesia menghadapi tantangan dalam melaksanakan anggaran mereka, dengan realisasi keseluruhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 mencapai hanya Rp 1.001,93 triliun atau 70,81% dari total anggaran per 20 Desember 2025 2
Lambatnya realisasi anggaran bukan hanya masalah teknis akhir tahun, namun dipandang sebagai cerminan masalah struktural yang lebih dalam dalam pengelolaan fiskal daerah 2
Komposisi pengeluaran yang terealisasi menunjukkan bahwa porsi terbesar digunakan untuk belanja pegawai (sekitar 40%), diikuti belanja barang dan jasa (28,95%), dan belanja modal (10,7%) 3
Kementerian Keuangan menekankan bahwa lambatnya realisasi bukan untuk mengontrol defisit fiskal secara artifisial, namun lebih untuk fokus pada pengeluaran yang berkualitas 1
Tren saat ini dalam realisasi anggaran daerah menunjukkan bahwa pemerintah daerah perlu meningkatkan kemampuan pengelolaan fiskal mereka. Kementerian Keuangan kemungkinan akan terus memantau situasi ini dengan ketat dan mungkin akan mengimplementasikan langkah-langkah untuk mengatasi masalah struktural ini.
Low Regional Budget Realization
Potential SiLPA Increase
Government Focus on Quality Spending