Key insights and market outlook
Penyaluran bantuan pangan beras Indonesia untuk November-Desember 2025 baru mencapai 18% dari target 365.000 ton, menurut Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Keterlambatan ini disebabkan oleh pengadaan minyak goreng yang menyebabkan penundaan sedikit dalam penyaluran. Bantuan beras ini ditujukan untuk 18,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PNP) dengan tambahan 73 juta liter minyak goreng yang didistribusikan sebanyak 4 liter per penerima.
Program penyaluran bantuan beras Indonesia untuk periode November-Desember 2025 mengalami keterlambatan signifikan, dengan hanya 18% dari target 365.000 ton yang telah disalurkan per akhir November 2025. Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, menyebutkan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh pengadaan minyak goreng yang dilakukan bersamaan, yang memperlambat proses penyaluran.
Program bantuan beras ini dirancang untuk mendukung 18,2 juta penerima di seluruh negeri. Selain beras, pemerintah juga mengalokasikan 73 juta liter minyak goreng, dengan setiap penerima mendapatkan 4 liter. Paket bantuan komprehensif ini bertujuan untuk meringankan beban keuangan rumah tangga berpendapatan rendah selama periode kritis.
Proses penyaluran yang dikelola oleh Perum Bulog menghadapi komplikasi logistik akibat distribusi minyak goreng yang dilakukan bersamaan. Ramdhani menjelaskan bahwa organisasi harus menunggu pasokan minyak goreng sebelum melanjutkan peluncuran penuh bantuan beras, sehingga menyebabkan keterlambatan. Meskipun menghadapi tantangan, upaya sedang dilakukan untuk mempercepat penyaluran sisa bantuan untuk memenuhi target kuantitas yang diharapkan pada akhir periode.
Rice Aid Distribution Delay
Cooking Oil Distribution
Social Assistance Program Update