Key insights and market outlook
Dana pemerintah Indonesia sebesar Rp200 triliun dari surplus anggaran (SAL) yang dialokasikan ke bank-bank BUMN (Himbara) dan BSI menunjukkan penyerapan signifikan, mencapai Rp167,6 triliun (84%) pada 22 Oktober 2025. PT Bank Mandiri dan PT Bank Rakyat Indonesia telah memanfaatkan penuh alokasi Rp55 triliun mereka, didorong oleh kinerja kredit yang kuat. Penyaluran dana ini mulai menunjukkan dampak di pasar, meskipun produktivitasnya masih dalam pengawasan.
Injeksi dana pemerintah Indonesia sebesar Rp200 triliun dari surplus anggaran (SAL) ke bank-bank BUMN (Himbara) dan BSI menunjukkan kapasitas penyerapan yang substansial. Hingga 22 Oktober 2025, Rp167,6 triliun atau 84% dari alokasi dana telah dimanfaatkan. Penyaluran ini terutama berhasil di PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dengan kedua bank mencapai pemanfaatan 100% dari alokasi Rp55 triliun mereka.
Menurut Febrio Kacaribu, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, penyerapan cepat ini terutama didorong oleh kinerja kredit yang kuat dari bank-bank BUMN besar ini. Kemampuan mereka dalam men-deploy dana secara efektif mencerminkan posisi pasar yang kuat dan kapabilitas operasional. Penyaluran yang berhasil ini menunjukkan respons positif dari sektor perbankan terhadap langkah-langkah injeksi likuiditas pemerintah.
Sementara angka penyerapan awal terlihat menjanjikan, pengamat keuangan terus memantau produktivitas dana ini dan dampaknya terhadap ekonomi yang lebih luas. Efektivitas injeksi likuiditas ini dalam merangsang aktivitas ekonomi akan menjadi krusial dalam menentukan langkah-langkah dukungan pemerintah di masa depan bagi sektor perbankan. Ketika dana terus disalurkan, pelaku pasar akan mencari tanda-tanda peningkatan aktivitas pinjaman dan stimulus ekonomi secara keseluruhan.
SAL Fund Disbursement
State Bank Liquidity Injection