Key insights and market outlook
Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia sangat diminati negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan yang membuka kuota besar untuk merekrut ABK. Jepang telah menawarkan kuota 30.000 ABK. Permintaan tinggi ini menonjolkan keunggulan kompetitif Indonesia di pasar tenaga kerja maritim global, dengan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi melalui remitansi.
Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia kini sangat diminati oleh negara-negara maju, terutama Jepang dan Korea Selatan, yang membuka kuota besar untuk merekrut tenaga kerja maritim Indonesia. Menurut I Nyoman Radiarta, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan KKP, Jepang telah menawarkan kuota yang sangat besar yaitu 30.000 ABK.
Permintaan yang tinggi ini tidak hanya menonjolkan keunggulan kompetitif Indonesia di pasar tenaga kerja maritim global, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi yang signifikan. Remitansi dari ABK yang bekerja di luar negeri diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia. Kemampuan sektor maritim untuk memenuhi permintaan internasional dapat meningkatkan devisa negara dan memperbaiki taraf hidup ABK serta keluarga mereka.
Pembukaan kuota besar oleh negara-negara seperti Jepang dan Italia menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuan dan etos kerja ABK Indonesia. Dengan pelatihan yang tepat dan dukungan regulasi, Indonesia dapat lebih memanfaatkan tren ini, berpotensi memperluas pangsa pasarnya di kolam tenaga kerja maritim global.
Increased Demand for Indonesian Seafarers
Large Quota Openings by Japan and South Korea